Pelantikan Kepala SMP 60 Merangin Kangkangi Permendikbud No 6/2018? Kabid SMP Malah Akui…

0
1188

MERANGIN – “Harus memiliki sertifikat pendidik,” dikutip di Bab II mengenai Persyaratan Bakal Calon Kepala Sekolah Pasal 2 Ayat 1 Huruf b Permendikbud No 6/2018 tentang Penugasan Guru Sebagai Kepala Sekolah.

Begitulah aturan yang dikangkangi saat pelantikan Kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) Nomor 60 Merangin, Tanjung Benuang, Pamenang Selatan yang dilakukan langsung Bupati Merangin Al Haris, Senin (24/6) lalu.

Hebatnya lagi, Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merangin, Cecep Arken, S.Pd., M.Pd malah mengakui akan persoalan yang menerpa Kepsek yang diketahui bernama Erik Gusparna, S.Si tersebut.

“Kalau itu masih banyak lagi yang tidak memenuhi persyaratan tidak memiliki sertifikat pendidik di Kabupaten Merangin saat pelantikan kemarin,” kata Cecep dikonfirmasi langsung Dinamikajambi.com.

Seperti halnya di daerah yang jangkauanya cukup jauh, seperti di Kecamatan Jangkat lanjutnya, rata-rata Kepsek yang telah dilantik tidak memiliki sertifikat pendidik. “Sebagian mereka (Kepsek) memang tidak mempunyai sertifikat pendidik,” ujar Cecep.

Untuk diketahui, penandatanganan ijazah hanya boleh dilakukan Kepsek yang bersertifikat, selain terkendala mendapat dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Sementara, Kepala SMP 60 Merangin Erik Gusparna, hingga berita ini dirilis belum berhasi dikonfirmasi. (rdc)