Krisis Air Bersih Warga Kumun Debai Mengeluh.

0
224

SUNGAI PENUH – Pasca banjir bandang yang melanda Wilayah Kumun Debai, Minggu (9/6/2019) malam, hingga saat ini sekitar 50 kepala keluarga dari tiga RT di Desa Ulu Air, Kecamatan Kumun Debai Kota Sungai Penuh, mengalami kekeringan dan krisis air bersih.

Sebelumnya pada hari-hari biasa warga 3 RT di Desa Ulu Air memiliki sumber air bersih dari PAM Desa. Akibat bencana Banjir bandang seminggu yang lalu, merusak pipa saluran air minum dari hulu di kaki perbukitan dengan panjang sekitar 800 meter.

“Setelah banjir kemarin beberapa titik instalasi sambungaan pipa air bersih kami, akibatnya sekitar 50 KK kesulitan air bersih, terutama air untuk mencuci pakaian dan alat dapur yang biasa kami gunakan dari air PAM ini,” kata Joni Afrianto, Minggu (16/06/2019).

Menurut dia, persoalan ini sudah disampaikan kepada aparat desa, dan pemerintah desa sudah memberikan bantuan pipa, batu bata dan semen.

“Maka pada hari ini kami gotong royong memperbaiki saluran air ini, walaupun tidak bisa selesai hari ini. Tapi setidaknya kami telah mengansur dan kembali kami akan bergotong royong pada minggu depan,” ungkap Afrianto saat ditemui disela-sela bergotong royong.

Masyarakat, sambungnya, berharap ada perhatian dari instansi terkait di pemerintah kota Sungai Penuh, terutama terkait perbaikan pipa PAM ini.

“Selain bantuan dari pemerintah Desa Ulu Air, kami juga mengharapkan perhatian dari instansi terkait. Terutama bronjong dan bak induk di pintu sumber air ini,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Desa Ulu Air Lamia warga mengungkapkan, melalui Anggaran Dana Desa pemerintah desa telah memberikan bantuan untuk perbaikan awal.

“Untuk pengerjaannya dilakukan secara gotong royong oleh masyarakat,” pungkas kades. (Jul)