Karena Nunggak Uang Sekolah, Siswa di SMK Jambi Diusir Saat Ujian

Daerah Pendidikan

JAMBI – Seorang siswa bernama RP (19) diusir dari kelas saat sedang mengikuti proses ujian kenaikan kelas, di SMK DB 1 Jambi, Simpang Rimbo Kota Jambi.

Pengusiran ini dikarenakan siswa tersebut sudah menunggak uang sekolah, sehingga Kepala Sekolah mengambil kebijakan dengan cara mengusir siswa tersebut dari ruangan saat sedang melaksanakan ujian.

Melihat hal tersebut, orang tua siswa merasa sangat kecewa, karena mengingat perlakukan pihak sekolah sangat tidak etis. Ia menilai dimana letak moral kepala sekolah, yang tidak memikirkan kondisi psikis dari siswa tersebut.

“Baru kali ini saya temukan ada sekolah yang mengusir seorang murid dari kelas, saat sedang mengisi soal ujian. Apakah pihak sekolah tidak memikirkan, bagaimana kondisi psikis dari siswanya. Itu Sebagai guru didik tidak memikirkan pisikis dari anak muridnya, itu yang saya tidak terima.” kata Rini selaku orang tua murid yang diusir, Senin (17/6/19).

Ia juga menjelaskan, bahwa uang sekolah tersebut sudah dibayar Rp. 1 juta, dan ia berjanji akan melunasi sisanya nanti.

“Kami kan punya niat baik mau melunasinya. Kita ini bukan pegawai, kita tau kita pedagang kaki lima ini dapat uangnya tidak sekaligus, bertahap dapatnya. Lagi pula ini kan baru ujian kenaikan kelas 3, bukan mau tamat. Masih lama lagi disana, masak tidak ada kepercayaan guru terhadap orang tuanya.” jelasnya.

Ia juga menjelaskan, dalam meinggu ini sisa uang sekolah tersebut akan dibayar dengan mencicil, tetapi pihak sekolah tetap ngotot kalau sudah melunasinya murid yang bersangkutan baru boleh mengikuti ujian.

“Padahal saya udah janji mau melunasinya sisanya yang tinggal Rp. 2.300.000 dalam Minggu ini, tapi pihak sekolah tetap tidak memperbolehkan. Kalau belum lunas tidak bisa mengikuti ujian, kalau sudah lunas baru bisa ikut ujian. Kan ini sangat tidak adil,” tegasnya.

Untuk diketahui, siswa tersebut belum melunasi uang sekolah yang terdiri dari SPP dan yang lainnya, yang kalau dijumlahkan totalnya sebesar Rp. 3.300.00.

Berita terkait : SMK DB Usir Siswanya Saat Ujian, Anggota DPRD Siap Bayar SPP

“Uang tersebut ialah SPP, dan lainnya, kalau dijumlahkan totalnya sebesar Rp.3.300.000, baru saya bayar Rp. 1 juta, sisa Rp. 2.300.000.” pungkasnya.
(Nrs)