Tuduhan dan Pelecehan Wartawan di Warung Bakso, Ahmad Nawawi Dipolisikan

0
473

NTB – Entah setan apa yang merasukinya, Ahmad Nawawi mendadak marah dan menghina Awi Sudirman, Jumat (14/06/2019) di depan umum. Parahnya, Ahmad menuduh sekaligus menghina profesi Awi yang merupakan wartawan media online di Sumbawa Barat.

Peristiwa memalukan itu dilakukan Ahmad yang disebut pimpinan PDPGR, sebuah program Bupati Sumbawa Barat di warung bakso lapangan Desa Pasir Putih, Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) sekitar pukul 11.30 siang.

Awalnya, Awi sedang makan bakso bersama rekannya. Kemudian datanglah Ahmad. Tidak lama setelah Ahmad duduk, kemudian ia mengatakan jika profesi wartawan hanyalah wartawan amplop.

Ahmad Nawawi juga mengatakan dengan arogannya bahwa, Awi yang berprofesi wartawan telah mendapatkan amplop dari kepala desa sehingga berita terkait desa pasir putih tidak berani di muat.

“Alah ngomong apa dasar wartawan gak jelas,” cetus Ahmad Nawawi di warung bakso yang ramai di kunjungi itu dan berlaku kasar.

Atas kejadian itu, Awi Sudirman melaporkan perbuatan tak menyenangkan ini ke Polres Sumbawa Barat atas penghinaan dan pelecehan profesi wartawan.

“Bagaimana bisa dia bilang saya wartawan amplop, sementara saya saja tak punya kendaraan. Saya meliput masih sewa, pinjam motor,” ungkap Awi saat dikonfirmasi DinamikaJambi.com, Sabtu (15/06/2019) pagi.

Lantas, bagaimana dengan tuduhan wartawan amplop itu datang? Adakah berita yang terkait, tak jadi dimuat?

Menjawab ini, Awi mengungkapkan dugaan tuduhan Ahmad. Bilangnya, mungkin tuduhan itu terkait berita pembangunan Pamsimas di wilayah tersebut.

“Setelah kita telusuri, wawancara sana-sini, ternyata pembangunan itu bukan seperti tuduhan. Malahan, desa nombok. Ada yang mengeluarkan uang sendiri untuk bantu Pamsimas. Soal berita tidak dimuat, saya muat kok. Ada,” beber Awi.

Kata Awi, desa tersebut kemudian menjalin kerjasama dengan medianya. Secara profesional, hal itu wajar. Namun soal kewajiban berita, Awi tak seperti tuduhan.

Masih dikatakan Awi, tuduhan tak mendasar itu sangat menyakitkan. Dukungan rekan wartawan, membuatnya melaporkan perbuatan itu.

“Tau kejadian itu, teman-teman mendukung. Dia (Ahmad,red) kerap berlaku kasar. Teman-teman mendukung agar dia mendapatkan pelajaran,” kata Awi.