Video Mesum Viral, Warga Gempar Lagi Video Pelajar Coba Bunuh Diri

0
2384

SULSEL — Setelah viral dengan video mesum diduga pelajar salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Bulukumba, Sulawesi Selatan digemparkan lagi video viral. Dengan sosok yang diduga sama, video ini menampilkan histeris dan jeritan wanita yang hendak bunuh diri.

Video berdurasi 28 detik itu, tampak seorang wanita yang histeris, menangis dan meronta lalu pingsan di pinggir jalan. Wanita yang histeris tersebut mengenakan baju lengan panjang berwarna merah dan kerudung dengan motif warna merah putih biru.

Wanita tersebut diduga salah satu pemeran dalam adegan syur tidak senonoh yang berdurasi 29 menit itu. Tekanan batin, membuatnya hendak mengakhiri hidup.

Menurut informasi, lokasi kejadian diperkirakan masih berada di wilayah Sulawesi Selatan dan terlihat adanya sebuah jembatan. Dimana diduga Ia nekat ingin melompat dari jembatan untuk mengakhiri hidupnya dan warga yang berada di lokasi kejadian juga tampak di video menghalangi dan menahan tangan wanita tersebut.

Kemungkinan, belum bisa menerima secara psikologis lantaran videonya telah ditonton banyak orang dan membuat diri dan keluarganya merasa malu. Namun, belum diketahui persis kapan kejadiannya.

Hal ini membuat Aktivis Pemerhati Perempuan dan Anak, Abd. Gafur, SH, MH angkat bicara. Dengan tersebarnya video tersebut, Ia turut prihatin karena perempuan tersebut adalah korban.

“Harapan saya, mohon agar videonya jangan disebarluaskan lagi, kami mendorong teman-teman dan lembaga pemerhati untuk sekiranya bersama-sama mendampingi korban untuk trauma healing,” kata pria yang juga berprofesi sebagai Pengacara ini, Jum’at (14/6/19).

Sebelumnya beredar video tak senonoh dengan ucapan dialeg kental asal Sulsel “Jangko kasih nyala blitznya”. Video ini viral di media sosial.

Sementara itu, Koordinator Divisi Perlindungan Perempuan dan Anak LSM PERAK Sulsel, Nurul Fajria, SE juga sangat menyayangkan penyebarluasan video tersebut karena memberikan dampak negatif di tengah-tengah masyarakat khususnya anak remaja yang berstatus pelajar.

Pihaknya dengan tegas meminta segera Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Bulukumba turun tangan melakukan penanganan serius terhadap pelaku amoral tersebut.

“Kami meminta P2TP2A Bulukumba segera mengambil sikap untuk menyelamatkan masa depan anak tersebut,” tegas Alumni STIEM Bongayya ini.

Sumber Berita : Sumber Berita