Kinerja Dukcapil Merangin Dipertanyakan, Disinyalir Ada Pegawai Jadi Calo

0
1373

MERANGIN – Seorang warga di Merangin mengeluh terhadap kinerja tenaga kerja Dinas Kependudukan dan Cacatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Merangin. Diduga, pegawai yang bekerja di Dinas Dukcapil tersebut, tak lakukan tugas dengan baik.

Betapa tidak, seorang warga berinisial S kecewa dengan sikap pegawai Dukcapil yang diduga sudah mengelalui anaknya, saat ingin memperbaiki Kartu Tanda Penduduk (KTP) nya yang rusak. Tak hayal, ia pun geram dan naik darah.

Kekecewaan S ini berawal saat ia mengetahui ada orang lain, yang kebetulan juga mengurus KTP yang sudah rusak langsung jadi hari itu juga.

Berbeda dengan yang dialami anak S, orang tersebut yang mengurus KTP nya berlangsung dengan lancar, dan cepat selesai. Bahkan tidak hanya KTP nya saja yang rampung, Kartu Keluarga (KK) saudaranya yang di urus pun langsung selesai hari itu juga.

Sementara itu, S yang anaknya datang langsung ke Dinas Dukcapil harus pulang dengan tangan kosong, dengan dalih blangko untuk pembuatan KTP tersebut kosong.

“Kemarin anak saya datang langsung kesitu, tapi orang Dukcapil itu bilang blangkonya tidak ada, tapi orang lain yang ngurus perbaikan KTP jugo, langsung jadi.” katanya pada Dinamikajambi.com, Jum’at (14/6/19).

Dirinya menpertanyakan kinerja pegawai Dukcapil, sebagaimana yang diketahui, mengapa orang mengurus perbaikan KTP selang satu hari dari anaknya itu cepat selesai. Sementara pihak Dukcapil mengatakan bahwa belangkonya kosong.

“Jadi ini kan dipertanyakan, masak kemarin anak saya kesitu disuruh nunggu 2 minggu lagi, sementara orang yang menguruh sehari setelah itu langsung selesai, kalau tidak ada blangkonya, tidak bisa dicetak juga.” tegasnya.

Melihat kejadian tersebut, S merasa sangat kecewa dengan sikap oknum pegawai tersebut, ia mempertanyakan dimana profesionalitas kerja dari pegawai itu.

Sementara itu, menanggapi hal tersebut Kepala Bidang (Kabid) Pendaftaran Kependudukan Dukcapil Merangin, Saman menjelaskan bahwa memang blangko tersebut terbatas, dan sengaja pihaknya menunda untuk pencetakan KTP.

“Ya hari rabu kemarin kami hanya mencetak setengah hari, dan menunda untuk percetakan. Karena mengingat blangkonya hanya tinggal 100. Tapi setelah ketemu pak kadis, dan pak kadis meminta untuk cerak saja belangko yang ada, karena beliau mau ke Jambi dan mudahan dapat pinjaman blangko. Jadi, hari kamisnya kami cetaklah semuanya tinggal 2.” terangnya.

Saat ditanyakan terkait pemberian upah kepada pegawainya, Saman mengaku tidak tau soal itu. Bahkan ia menyebut, bisa jadi di dalam Disdukcapil ada calo.

“Kalo soal itu diluar pengetahuan saya, kalau tau pak kadis orang itu udah dipecat. Nah itulah kepada masyarakat datang lah kesini, bisa jadi di dalam sini juga ada calo.” pungkasnya.

(Nrs)