Sesuai Aturan, Bawaslu Temukan 878 Pelanggaran APK di Provinsi Jambi

Berita Jambi Berita Politik

JAMBI – Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jambi, Fachrul Rozi sebut total pelanggaran Alat Peraga Kampanye (APK) di Provinsi Jambi ada sebanyak 878.

Hal ini disampaikannya pada kegiatan fasilitasi dan koordinasi mitra kerja bersama, dalam rangka ekspos kegiatan pengawasan Bawaslu Provinsi Jambi tahu 2019. Bertempat di Hotel Ratu Broni Kota Jambi, Senin (1/4/19).

“Pelanggaran pemilu yang paling banyak terjadi itu adalah, pelanggaran AKP.” katanya.

Dirinya menyampaikan, bahwa pelanggaran APK tesebut yakni terdiri dari Caleg Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Republik Indonesia (DPRD-RI), Dewan Perwakilan Daerah Rebuplik Indonesia (DPD-RI), DPRD Provinsi dan Kabupaten Kota, serta Pilpres.

“Untuk APK yang melanggar ini yakni terdiri dari, spanduk, baliho, papan Billboard, banner, dan yang lainnya.” jelas Pria yang sering disapa Faul itu.

Menanggapi pelanggaran ini, dirinya selaku anggota Bawaslu Provinsi Jambi merasa aneh, semua tata cara dan aturan untuk APK selalu dilakukan. Akan tetapi mengapa hal tersebut masih saja terjadi.

“Kami selalu menjelaskan mana katagori AKN dan non APK, semua ketentuannya sudah disampaikan, untuk parpol itu ketentuan APKnya apa, begitupun untuk calegnya.” ujarnya.

Untuk itu, dirinya menyebut bahwa bagi APK Caleg Maupun Pilpres yang tidak memenuhi unsur dan ketentuan yang sudah ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), maka terpaksa APK nya harus diturunkan.

“Aturan untuk pemasangan APK itu adalah, tidak sesuai dengan disign, tidak sesuai dengan SK dari KPU, dan tidak sesuai dengan ukuran yang sudah ditetapkan. Jadi, apabila tiga itu tidak dipenuhi, maka terpaksa APK nya kita turunkan.” pungkasnya.

(Nrs)