Potret Warga Miskin Merangin

Tak Punya Biaya, Remaja Tabir Tergeletak Selama 3 Bulan

Berita Daerah Berita Viral

MERANGIN – Sungguh malang nasib Sal (15) anak remaja asal Tabir, Kabupaten Merangin yang selama 3 bulan ini mengidap penyakit yang membuat kondisi fisiknya semakin hari kian melemah.

Betapa tidak, penyakit yang belum diketahui ini menyerang tubuhnya hingga tak berbentuk. Selain semakin kurus, ia juga sering merintih kesakitan.

Seperti yang diceritakan salah satu keluarganya, bahwa awalnya Sal ini diketahui mengalami demam saat bersekolah di salah satu pondok pesantren. Karena tidak mau membiarkannya sendiri, terpaksa pihak keluarga menjemputnya dan memutuskan untuk merawatnya di rumah.

Awalnya, pihak keluarga mengira bahwa penyakit yang diderita anak ke 3 dari 4 saudara dari ayah bernama Asbari dan ibu bernama Rainah ini hanya demam biasa. Namun, setelah berminggu-minggu Sal tak kunjung sembuh, bahkan terus merengek kesakitan.

Melihat kondisi anaknya semakin hari kian memburuk, orang tua yang hanya berpangku tangan pada penghasilannya sebagai buruh ini hanya mampu membawanya ke mantri atau bidan terdekat, dan mengandalkan obat alternatif (obat kampung,red).

Upaya pengobatan seperti itu terus saja dilakukan oleh pihak keluarga, dengan harapan Sal bisa segera sembuh.

Update berita : Camat Mengaku Kaget, Sal Akhirnya Dijemput Puskesmas Tabir

Setiap hari, orang tua Sal hanya bisa pasrah mengelus dada, karena melihat anaknya terus saja menitikan air mata menahan sakit yang dideritanya.

Kini, keluarga yang beralamat di Dusun Guntung Bedah Dalam, Kelurahan Dusun Baru, Kecamatan Tabir hanya bisa pasrah. Keterbatasan biaya mengharuskan anak remaja itu hanya bisa terbaring lemah dirumahnya dengan menahan rasa sakit yang ia derita selama 3 bulan ini. Karena mengingat, jangankan untuk berobat kerumah sakit, untuk makan sehari-hari pun masih kurang.

Untuk itu, pihak keluarganya sangat mengharapkan uluran tangan dari seluruh masyarakat di Provinsi Jambi, sekira ada berkenan memberukan bantuan untuk pengobatan Sal.

Tak punya biaya, Sal (15) remaja Tabir tak dapat berobat. Ia terbaring lemah di kediamannya.
Tak punya biaya, Sal (15) remaja Tabir tak dapat berobat. Ia terbaring lemah di kediamannya.

“Kasian nian sebenarnyo ningok kondisi keadaan adik Sal sekarang, lah 3 bulannyo nanggung sakit. Badan semakin hari makin habis, kurus nian. Nak berobat, keluarga dak do yang punya duit, jangankan nak bawak ke rumah sakit, ke puskesmas bae biaya dak do,” tutur Ncu Am kakak sepupu Sal pada Dinamikajambi.com, Sabtu (30/3/19).

Selanjutnya, Ncu Am juga menambahkan, bahwa hal itu karena keadaan ekonomi keluarganya yang tak mampu. Bagaimana tidak, orang tuanya hanya mengandalkan penghasilannya dari deres karet milik orang. Ditambah lagi, saat ini harga karet yang terus menurun membuatnya semakin terasa tercekik.

Kakak sepupu Sal itu juga mengaku, dulu pernah sekali berobat ke mantri terdekat di desa Sal, namun itu pun cuma sekali. Cuma rasa kasian yang bisa dikeluarkan keluarganya, karena untuk membantu, mereka pun juga orang yang tidak mampu.

“Kami sangat prihatin, semoga bae ado pihak-pihak terkait yang dapat membantu adik Sal untuk berobat. Agar dapat perawatan di rumah sakit yang layak,” pungkasnya. (Red)