Tangkal Alasan Fasha Naikan Tarif PDAM, Anggota Dewan : Menejemennya Tidak Becus

Berita Jambi Berita Viral

JAMBI – Pada Rapat Paripurna membahas Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) di Gedung DPRD Kota Jambi, Kamis (21/3) Walikota Jambi, Syarif Fasha singgung tentang kenaikan tarif PDAM.

Disela-sela pembahasan yang disampaikan Fasha, ia juga menyebut mengapa tarif PDAM itu setuju untuk dinaikan.

Dirinya mengatakan bahwa pada bulan Agustus 2018 lalu, PDAM mengalami kerugian yang bisa membuat PDAM koleps dan berhenti beroperasi. Oleh karena itu, Wali Kota Jambi itu mengambil keputusan untuk menaikan tarif PDAM tersebut.

Fasha menyimpulkan, bahwa sebenarnya ada 2 opsi yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan PDAM yaitu, dengan melakukan subsidi, dan menaikan tarif dari PDAM iti sendiri.

Ia menjelaskan, opsi melakukan subsidi itu sudak dibahasnya, namun tidak menemukan kesepakatan. Sehingga jalan kekuar satu-satunya yakni dengan cara menaikan tarif.

“Saya rela kehilangan Popularitas agar PDAM tidak bangkrut, dari pada Mempertahankan popularitas tapi PDAM tidak beroperasi lagi,” ujarnya dihadapan seluruh anggota DPRD dan para OPD pemerintah Jota Jambi.

Sementara itu, menanggapi pernyataan Walikota tersebut, Ketua Panitia Khusus (Pansus) PDAM. Ir, Paul Andre Marisi mengatakan masih banyak jalan untuk menyelamatkan PDAM dari kebangkrutan, salah satunya dengan menyehatkan kembali manajemen PDAM, yang dinilainya tidak becus.

“PDAM harus disehatkan, karena mengalami kebocoran 50%, sedangkan yang di tolerir oleh Pemerinta pusat hanya 20%. Inikan menunjukkan, bahwa manajemen ini tidak becus dan harus dibenahi.” ujar anggota DPRD dari Fraksi Demokrat itu.

Akibat dari kenaikan tarif PDAM tersebut, masyarakat kota Jambi banyak yang merasa keberatan, dan mereka kecewa terhadap kebijakan yang sudah dilakukan oleh Walikota Jambi itu.

Mirisnya lagi, beberapa kali dilakukan aksi penolakan oleh masyarakat atas kenaikan PDAM ini, namun seakan tidak ditanggapi. Bahkan dalam salah satu unjuk rasa yang dilakukan, sampai masuarakat melempar pakai telur busuk, karena Walikota enggan keluar menemui mereka.

(Nrs)