Harga Hasil Pertanian di Kerinci Anjlok, Sekda Angkat Bicara

Pemerintahan

JAMBI – Terkait beredarnya rekaman aksi petani Kerinci yang menaburkan hasil tanamannya ke jalanan di media sosial, Sekda Provinsi Jambi M. Dianto angkat bicara.

Diketahui, aksi petani dipicu karena nilai jual hasil tamanan mereka anjlok. Oleh karena itu, petani tersebut mengelar aksi protes, dengan cara menaburkan hasil kebunnya di jalanan.

Menanggapi hal tersebut, Dianto mengatakan bahwa permasalahan itu perlu adanya pembahasan dengan OPD terkait. Apalagi komoditi hasil pertanian yang masuk ke dalam Kerinci, juga banyak dari luar daerah, seperti pasokan dari Padang dan Aceh.

“Hasil panen ini, kita pasarkan kemana, kapan kita produksi perhari. Kemudian, jika suplaynya lebih, maka harganya akan jatuh. Dan itu berlaku hukum ekonomi pasar disana.” kata Dianto usai menghadiri rapat Paripurna, di Gedung DPRD Jambi, Selasa (29/1/19).

Lebih lanjut mengenai hal tersebut, apakah pemerintah bisa membatasi pasokan dari luar Jambi? Sekda secara transparan mengatakan bahwa pihaknya tidak bisa menahannya, karena menurutnya semua itu sudah ada pasar bebasnya.

“Tentu kita tidak bisa menahannya. Sedangkan pasokan dari luar negeri, seperti dari Singapore saja tidak bisa, karena kan sudah ada pasar bebasnya, apalagi kita didalam negeri.” jelasnya.

Untuk itu, selaku pemerintah Provinsi Jambi, dirinya mengajak seluruh petani dan pihak terkait, agar lebih memperbaiki kualitasnya produk kedepannya. Sehingga mampu bersaing dengan pasokan dari luar.

“Untuk itu perlu kita kaji dengan berbagai teknologi pertanian, sehingga para konsumen dan pedagang tidak lagi membeli dari luar daerah.” pungkasnya. (Nrs)