Kota Terjorok, Tapi Wali Kota Medan Dapat Karangan Bunga

Berita Viral

MEDAN – Wali Kota Medan mendapat kiriman karangan bunga dari warganya. Yang unik, karangan bunga itu bertulisan ‘Selamat, Medan Kota Terjorok’.

“Kiriman karangan bunga tersebut bentuk kekecewaan yang mendalam kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Medan yang tidak dapat menjaga kebersihan di kota berpenduduk lebih-kurang 2,3 juta jiwa itu,” kata pengamat sosial dari Universitas Sumatera utara (USU), Prof Syafruddin Kalo, sebagaimana dilansir Antara, Kamis (24/1/2019).

Menurut dia, karangan bunga yang bertulisan ‘Selamat Sukses Kepada Wali kota Medan atas Penghargaan Kota Terjorok Bagi Kota Medan Tahun 2019. Semoga Bapak Sehat Selalu, Sayangi Medan’, juga sebagai peringatan kepada Wali kota Medan.

“Hal itu harus menjadi perhatian serius dan jangan dianggap hal sepele. Bentuk protes yang disampaikan melalui karangan bunga itu bisa saja berdampak lebih luas lagi,” tambahnya.

Syafruddin menyebutkan karangan bunga itu dapat dijadikan sebagai cambuk agar Pemkot Medan ke depan lebih semangat untuk menjaga kebersihan. Dan jangan ada lagi sampah yang kelihatan tertumpuk, serta berserakan di bak sampah yang disediakan.

Seluruh sampah tersebut jangan ada lagi yang tersisa dan harus dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang ada di Marelan.

“Kota Medan harus dapat diwujudkan sebagai daerah bersih dari sampah dan kotoran yang dapat mengganggu kesehatan warga masyarakat,” ucap dia.

Syafruddin mengatakan, lantaran Kota Medan dikategorikan sebagai daerah yang tidak bersih atau kotor, akhirnya Medan tidak memperoleh Piala Adipura, yang merupakan penghargaan bergengsi bagi daerah kabupaten/kota di Indonesia.

Hal tersebut juga memprihatinkan dan ‘memalukan’ bagi Kota Medan, sebagai ibu kota Provinsi Sumatera Utara (Sumut). Apalagi, sebutnya, Kota Medan juga dikenal sebagai daerah ketiga terbesar di luar Pulau Jawa, dan akan menjadi kota metropolitan.
Kota Medan yang cukup terkenal di Tanah Air, negara-negara Asia, ataupun mancanegara bisa saja akan terlupakan dan termasuk mengurangi jumlah kunjungan wisatawan hanya gara-gara pengaruh sampah tersebut.

Sehubungan dengan itu, para pemangku kepentingan di Kota Medan harus memikirkan secara arif dan bijaksana masalah sampah yang dapat merugikan suatu daerah dan masyarakat.

“Kita harus dapat menjadikan Kota Medan yang terbersih dan terbaik dari kota-kota besar lainnya di Indonesia,” kata dosen di USU itu.

Sebelumnya, Fraksi Partai Keadilan Sejahtera DPRD Kota Medan khawatir akan ada julukan bagi Medan sebagai “kota sampah” jika mindset Pemkot Medan tidak secepatnya diubah dalam menangani sampah.

“Persoalan sampah tersebut, untuk mengangkut dan bukan bagaimana cara mengelola sampah itu,” kata juru bicara Fraksi PKS, Rajudin Sagala, dalam menyampaikan pendapat fraksinya terhadap Ranperda Kota Medan tentang Pencegahan dan Peningkatan Kualitas terhadap Perumahan Kumuh dan Permukiman Kumuh pada Rapat Paripurna di Gedung DPRD Medan, Senin (21/1).

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) belum lama ini menyebutkan Kota Medan sebagai kota terkotor di Indonesia. Penilaian ini berkaitan dengan pengelolaan sampah di tempat pembuangan akhir (TPA).

“Sebagai kota terkotor, penilaian tersebut tentu saja membuat malu masyarakat Kota Medan,” ujar Rajudin.

Ia mengatakan, bagi Fraksi PKS, penilaian tersebut tidak mengejutkan. Sebab, Pemkot Medan telah diingatkan tentang potensi Kota Medan menjadi “kota sampah” karena daya angkut armada sampah hanya 80 persen.

Artinya, masih ada 20 persen sampah yang tidak terangkut setiap harinya.

“Jadi wajar setiap harinya kita menyaksikan banyak sampah yang berserakan di jalan-jalan Kota Medan,” lanjutnya.

Sumber : Detik