DinamikaJambi - Belajar kasus pengeroyokan berita palsu di India, ini peraturan baru WhatsApp, yakni menjadi lima kali saja.

Belajar Kasus Pengeroyokan Berita Palsu, Ini Peraturan Baru Whatsapp

Berita Viral

JAKARTA – Penyedia layanan pengiriman pesan WhatsApp (WA) membatasi berapa kali seorang pengguna meneruskan satu pesan terusan. Belajar kasus pengeroyokan berita palsu, ini peraturan baru WhatsApp, yakni menjadi lima kali saja.

Pembatasan ini tak lain sebagai upaya mencegah penyebaran informasi palsu.

Sebelum ketentuan terbaru yang berlaku bagi pengguna di seluruh dunia dan yang diumumkan dalam suatu acara di Jakarta, Senin (21/01), 1 pesan terusan WhatsApp dapat dikirim sebanyak 20 kali ke pengguna invididu atau pengguna grup.

Namun pembatasan pesan terusan WA itu dilansir BBC sudah diberlakukan di India enam bulan lalu. Peraturan baru WhatsApp itu menyusul peristiwa pembunuhan keroyokan yang dilaporkan dilakukan berdasarkan berita palsu.

Mulai Berlaku

Keputusan pembatasan yang kini berlaku bagi seluruh pengguna di dunia mulai Senin (21/01). Diambil setelah “secara cermat mengevaluasi hasil uji coba selama 6 bulan di negara itu (Indonesia).”

Baca Juga : Cara Buat Teks Tebal, Miring dan Dicoret di WhatsApp

Baca Juga : Gegara Ingin Terkenal di Instagram, Wanita Ini Terbelit Hutang Ratusan Juta

“Langkah maju pembatasan secara signifikan mengurangi pesan-pesan yang diteruskan di seluruh dunia,” kata Victoria Grand, wakil presiden bidang kebijakan dan komunikasi WhatsApp dalam acara di Jakarta, Senin (21/01).

“Ini akan membantu WhatsApp memusatkan perhatian pada pesan-pesan pribadi dengan kontak-kontak dekat. Kami akan terus mendengarkan masukan dari pengguna tentang pengalaman mereka, dan dari waktu ke waktu, kami mencari cara-cara baru mengatasi konten yang viral,” tambahnya.