Caleg Gerindra Bagi Beasiswa, Iin Jangan Ambil Keuntungan Dari Program Pemerintah

Berita Daerah Berita Politik

JAMBI – Beredarnya kabar pembagian beasiswa Indonesia Pintar atau dikenal PIP, oleh Calon Legislatif (Caleg) Partai Gerindra masih jadi sorotan. Salah satunya pada Kecamatan Sungai Gelam, Muaro Jambi.

Penelusuran awak media, pembagian beasiswa bukan isapan jempol. Hal ini didapati di Desa Parit, Kecamatan Sungai Gelam. Dimana, Sukma Dewi, Caleg nomor urut 3 itu membagikan formulir beasiswa.

Menanggapi hal tersebut, Iin Habibi selaku Badko Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Jambi angkat bicara. Menurutnya itu semua tak perlu dilakukan oleh para Caleg atau pun Partai, karena ini program pemerintah.

“Inikan program 2019 dari Pemerintah, yang pertama Jokowi-JK. Yang pertama harapan memang mekanisme penerimaan beasiswa itu memang sesuai dengan aturan pelaksanaan pemberiannya. Yang kita ketahui memang ini bekerja sama dengan 3 kementerian, yang pertama Menteri Pendidikan, Sosial, dan Agama,” kata Iin saat dikonfirmasi DinamikaJambi.com melalui selulernya, Rabu (26/12/18).

Aktivis muda ini juga menyampaikan, jika memang mereka punya niat baik untuk membantu masyarakat, seharusnya tidak dilakukan di momentum Pileg ini. Karena tentu hal ini terkesan, mengambil keuntungan dari program pemerintah tersebut.

“Kita mengapresiasi mungkin ada niat baik dari kader partai tersebut, untuk membantu masyarakat yang tidak mampu. Tapi kan tidak serta merta di momen pileg inikan? Kito diklaim sebagai program partai, sedangkan Kito tau ini kan program pemerintahan. Kalau pun ingin membantu, ya apa salahnya memberikan informasi bahwa adanya beasiswa tersebut.” paparnya.

Untuk itu, pria asal seberang Kota Jambi ini menghimbau kepada seluruh masyarakat, supaya tidak mudah percaya dengan apa yang dilakukan oleh oknum caleg, yang mengambil keuntungan pribadi dari program yang sebenarnya itu dari pemerintah.

“Himbauan kepada masyarakat, jangan mau dibodoh-bodohi kalau itu program dari partai atau caleg pribadi. Karena bahwasanya itu sudah ado programnya dari pemerintah,” imbuhnya.

Berita Terkait : Kasus Caleg Gerindra Diduga Bagi Beasiswa, Bawaslu Turun Tangan

Iin juga mengatakan bahwa selaku Badko HMI akan terus mendorong KPU dan Panwaslu, untuk memantau setiap tindak tanduk yang dilakukan oleh para caleg dan partai hingga nantinya Pileg 2019.

“Badko HMI itu kan terdaftar dan terakreditasi sebagai tim pemantauan pemilu, di bawaslu RI. Dan kita pun punya kewenangan semua melaporkan semua sifat pelanggaran yang dilakukan Caleg dan Capres ke KPU dan Bawaslu. Dan kami pun akan terus mendorong Bawaslu maupun KPU, untuk melakukan pengawasan dan menegakkan hukum sesuai aturan yang berlaku. Tidak tebang pilih, khususnya pada semua caleg yang ada di Jambi.” tandasnya. (Nrs)