SMK Penyumbang Pengangguran Terbesar, Ada Jurusan Yang Dihapus ?

Berita Daerah Pendidikan

JAMBI – Terkait jurusan yang ada di seluruh Sekolah Menengah Kejurusan (SMK) yang ada di Provinsi Jambi, banyak yang sudah jenuh, sehingga SMK menjadi penyumbang angka pengangguran terbesar di Jambi.

Menanggapi hal tersebut, Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jambi akan melakukan evaluasi kembali terhadap jurusan yang ada di setiap SMK. Selain itu juga, nanti jurusan yang ada akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing Kabupaten.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Jambi, Agus Herianto usai menghadiri acara puncak hiburan HUT Dharmasraya Wanita Persatuan (DWP) ke-19 di Swissbell hotel, Sabtu (8/12/18).

“Jadi jurusan yang ada di SMK se-Provinsi Jambi , kita akan evaluasi. Nanti akan kita sesuaikan dengan kebutuhan, keunggulan lokal, keunggulan wilayah. Jadi tidak menutup kemungkinan nanti, bahwa jurusan masing-masing SMK itu berbeda.” katanya.

Nah itu nanti yang akan dilihat, sehingga siswa-siswi yang sekolah di SMK akan memiliki kemampuan, setelah mereka tamat.

“Jadi kalau satu jurusan ada di beberapa SMA di satu Kabupaten, itu juga tidak maksimal, karena memang jumlah siswanya juga setiap jurusan itu sedikit.” tambahnya.

Agus juga mengatakan di awal tahun nanti semuanya sudah bisa lakukan evaluasi. Melalaui hal tersebut, disampaikannya bahwa itu akan menyepakat adanya jurusan yang hapus, atau jurusan yang hanya dilaksanakan oleh satu SMK.

“Sehingga untuk menindaklanjuti hasil statistik, bahwa SMK penyumbang pengangguran terbesar. Nah kita tidak mau lagi itu terjadi, jadi memang kita akan sesuaikan dengan industri yang ada di daerah itu masing-masing.” paparnya.

Untuk itu, semua jurusan yang dikategorikan sudah melebihi kebutuhan, suatu industri di masing-masing Kabupaten tersebut, itu akan terpaksa dihapus.

“Kita lihat nanti jurusan yang sudah jenuh. Dalam arti, bahwa keluaran siswanya banyak, tetapi lapangan pekerjaan yang sudah sedikit, sudah sangat sedikit malahan.” pungkasnya. (Nrs)