Masyarakat Mengeluh, SD di Jelatang Dilantarkan Pemerintah

Berita Jambi Pendidikan

MERANGIN – Memperoleh ilmu pengetahuan, dan belajar dengan fasilitas yang layak, itu adalah hak setiap anak bangsa. Seperti hal nya bagi para siswa-siswi Sekolah Dasar (SD), Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP), dan Sekolah Lanjutan Tingkat Akhir (SLTA) yang ada di Indonesia.

Namun, berbeda dengan yang dirasakan oleh siswa-siswi di SDN No 216 Desa Jelatang II, Kecamatan Pamenang. Pasalnya, sekolah yang berdiri dari puluhan tahun tersebut, sekarang sudah tak layak lagi digunakan.

Mirinya lagi, hingga kini banguan SD tersebut belum pernah disentuh oleh pemerintah. Jangankan untuk membangun gedung baru, perbaikan pun tak pernah dilakukan. Apakah ini hak anak bangsa, yang diberikan oleh pemerintah?. Sementara itu, Negara selalu menuntut generasi muda yang cerdas, tangguh dan bisa diandalkan.

Seperti yang terlihat dilapangan, 3 kelas di SD tersebut atapnya sudah banyak yang bocor, dinding yang terbuat dari papan itu pun sudah mulai lapuk, dan lantainya yang hanya berlapiskan semen banyak yang bolong.

Namun yang lebih memprihatinkan lagi, salah satu pintunya sudah tak ada. Sementara itu, setiap pagi para siswa harus membersihkan kotoran, seperti sapi dan kambing yang setiap malam tidur di SD tersebut.

Sedangkan disisi lain, selama bertahun-tahun tak ada satu pun bentuk perhatian pemerintah yang diberikan untuk SD tersebut. Dimana hati nurari mereka? rintisan masyarakat setempat.

Diakatakan Samsir, selaku komite SDN no 216 Desa Jelatang bahwa banyak masyarakat yang mengeluh, karena setiap tahunnya itulah yang dirasakan pasa siswa. Sehingga para wali murid, lebih memilih menyekolahkan anaknya di tempat lain. Sangat disayangkan sekali, padahal Desa Jelatang II ini memiliki banyak penduduk.

“Sudah bertahun keadaan sekolah ini rusak, salah satu kelas ada yang tidak berpintu. Selain itu, sekolah ini tidak memiliki pagar. Penduduk di jelatang II ini banyak, tapi anaknya banyak sekolah diluar, karena bangunannya tidak layak pakai.” ungkapnya pada Dinamikajambi.com, Rabu (5/12/18).

Untuk itu, mewakili masyarakat Jelatang, dirinya berharap kepada Pemerintah untuk memperbaiki sekolah tersebut. Serta melihat langsung bagaimana keadaan SD 216 jelatang II ini.

“Kepada pak bupati dan dinas pendidikan, cubolah turun kesekolah kami ini. Supaya tau layak atau tidak gedung kami ini dipakai, untuk siswa belajar.” tandasnya. (Tr05)