Bawa Senjata Rakitan, Warga Merangin Ditangkap di Medan

0
315

MEDAN – Rozali (36) warga Sungai Manau, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi terpaksa harus berurusan dengan polisi membawa senjata api rakitan laras pendek, lengkap bersama dengan 4 butir amunisinya, dini hari kemarin.

Kapolsek Patumbak AKP Ginanjar Fitriadi SH.SIK didampingi Kanit Reskrim Iptu Budiman Simanjuntak SH MH pada wartawan Senin (12/11) malam mengatakan, kejadian penangkapan bermula saat tim Pegasus Polsek Patumbak menggelar patroli rutin untuk mengantisipasi tindak pidana pencurian kendaraan bermotor.

Namun tiba-tiba team mendapat informasi dari masyarakat yang menyatakan bahwa di Jalan SM Raja Km 8 tepatnya di depan SPBU ada seorang pria dengan gerak – geriknya mencurigakan.

Menindaklanjuti informasi tersebut, team Pegasus merapat ketempat yang dimaksud. Benar saja, ternyata pada saat tim akan melakukan pemeriksaan pria yang dicurigai itu, langsung melarikan diri.

Tak ingin buruannya kabur, petugas langsung mengejar pelaku. Akhirnya tak berapa jauh melarikan diri pelaku berhasil ditangkap.

Setelah diinterograsi dan geledah rupanya pihak kepolisian menemukan senjata api rakitan yang sudah terisi amunisi yang diselipkan pelaku di pinggang sebelah kanannya.

“Saat ditangkap dan dilakukan periksaan dari tersangka ditemukan sepucuk senjata api rakitan yang di selipkan tersangka di pinggang sebelah kanannya,” jelas Kapolsek dilansir TopKota.com.

Tak hanya itu, dari tersangka polisi menemukan 3 butir peluru aktif kaliber 9 (peluru FN), 1 butir peluru aktif kaliber 0,8 (Peluru revolver) dan 1 buah anak kunci leter T. Kemudian tersangka beserta batang bukti di boyong ke komando guna pemeriksaan dan dimintai keterangannya.

Kapolsek juga menjelaskan, sejauh ini dirinya belum bisa memastikan, apa motif tersangka membawa senjata api rakitan dan juga amunisi (peluru) serta kunci leter T tersebut.

“Tersangka belum terbuka kepada penyidik, sepucuk senjata api rakitan itu akan digunakan untuk apa, begitu juga dengan kunci leter T itu. Ada indikasi jika senjata api dan kunci leter T yang di miliki tersangka akan digunakan untuk aksi kejahatan,” ucap Ginanjar sembari menambahkan tersangka akan dikenakan UU No.12 Tahun 1951