Kades Aur Berduri Diduga Palsukan Tandatangan, Kasusnya Dari 2016

Berita Daerah Hukrim

MERANGIN – Protes warga pada pembangunan Desa Aur Berduri, Nalo Tantan terus bergulir. Setelah memasang plang proyek hanya semalam, Kepala Desa Aur Berduri dituding sudah melakukan pemalsuan tanda tangan.

Informasi yang dihimpun awak media, dugaan pemalsuan ini terjadi pada Agustus 2016 silam pada pengerasan jalan. Usut punya usut, ada pula 3 nama yang disebut dipalsukan tanda tangannya pada pengerjaan jalan di RT 07 dan RT 04 itu.

Kepala Desa Aur Berduri, M Rifyawan diduga memalsukan tanda tangan Afrizal yang tak lain adalah sopir. Sementara pembayaran pekerjaan belum terbayarkan hingga kini sebesar Rp. 62.710.000,00-.

“Biaya koral total Rp. 92.710.000,00- Sedangkan yang baru saya terima kurang lebih Rp. 30 juta. Diduga Kades memalsukan tanda tangan Afrizal selaku supir, saya sebagai penerima uang sisa pembayaran sebanyak Rp. 62.710.000,00-. Sementara Adam dibuat sebagai upah tenaga kerja per hari,” beber Agus yang mengerjakan proyek kepada Dinamikajambi.com pekan ini.

Terkait hal ini, awak media mencoba mengkonfirmasi ke Inspektorat Kabupaten Merangin. Inspektur Inspektorat, Hatam Tafsir mengakui laporan tersebut.

Berita terkait : Bikin Proyek, Kades Aur Berduri Pasang Plang Cuma Malam Hari

“Kalau urusan administrasi kami yang menangani. Tapi pemalsuan tanda tangan Kapolres yang menangani,” ungkap Hatam.

Agus pernah melapor dugaan tindak pidana ini ke Polres Merangin pada tahun 2017.

Jika pemerintah Kabupaten Merangin tidak bisa menyelesaikan masalah ini, Agus beserta masyarakat Aur Berduri lainnya akan mengelar aksi demo. (Tr05)