Pertanyakan CSR, PT Djambi Waras Sumbang Rp 100 Ribu Untuk Musholla

Berita Bisnis Berita Jambi

JAMBI – Puluhan warga Tanjung Johor, Senin (13/08) mendatangi PT Djambi Waras dan PT Remco Jambi. Hal ini terkait, CSR dan kepedulian perusahaan yang berada di wilayah Jambi Sebrang itu.

Tokoh masyarakat, Ketua RT dan tokoh pemuda didampingi pihak terkait, disambut langsung Direktur Operasional PT Djambi Waras, Rikson Tambunan dan Mubarak dari Humas.

Warga mempertanyakan, Corporate Social Responbility (CSR) perusahaan yang sudah berdiri puluhan tahun itu. Mirisnya terungkap, nyaris tidak ada CSR yang didapatkan warga selama ini, khususnya diluar RT 06.

“Kami pernah minta bantuan untuk Mushola. Yang dikasih ini, cuma Rp 100 ribu. Kami tolak saja. Terakhir, untuk bantuan MTQ tingkat kelurahan, Semen Baturaja yang belum tegak bae, nyumbang Rp 10 juta. PT Djambi Waras, nyumbang Rp 500 ribu,” ungkap Alwi, tokoh masyarakat.

Dari itu, PT Remco yang juga berada di wilayah Tanjung Johor dan juga pabrik karet, menyumbang Rp 3 juta untuk bantuan MTQ. Alwi mengaku, ia sendiri yang mengambil bantuan dari Semen Baturaja.

Menanggapi hal ini, Rikson Tambunan mengaku belum mengetahui banyak. Ia baru bergabung di pabrik ini. Meski begitu, Djambi Waras siap memperbaiki kekurangan tersebut.

“Kalau sekarang, untuk batasan Rp 5 juta, masih dengan saya. Kalau diatas itu, perlu persetujuan pusat,” jawabnya.

Selama ini terungkap, PT Djambi Waras mengklaim sudah menyalurkan CSR. Mubarak menyebutkan pada bantuan MCK, Pembangunan Mushola dan hewan kurban di RT 06

M. Rosyadi Ali, perwakilan pemuda meluruskan hal tersebut. Bilangnya, Tanjung Johor memiliki 6 RT. Dimana, setiap RT memiliki kegiatan tersendiri.

Berita Terkait : CSR Tak Jelas, Warga Tanjung Johor Datangi PT Djambi Waras

“Sekarang ini, kita sedang menggalakkan olahraga, agar pemuda jauh dari kegiatan negatif. Kami ingin, PT Djambi Waras dapat menjadi bagian ini. Termasuk, kita sedang mempersiapkan MTQ,” harapnya.

Tak hanya itu, warga juga mempertanyakan soal tenaga kerja. Pabrik karet ini, hanya sedikit yang menampung warga setempat. Pudai, Ketua RT 25 mengatakan, warga siap kerja, walaupun hanya sebatas buruh.

“Kalau dibanding perusahaan lain (PT Remco), Djambi Waras ni sedikit nian nampung tenago kerjo dari Tanjung Johor. Kami ni berharap nian, walaupun jadi buruh. Banyak penganguran kini tu pak,” bilang Pudai dengan logat kentalnya.

Berita Hari Ini : Waw..!!! 3 Ekor Buaya Di Sungai Asam Gegerkan Warga Cempaka Putih

Soal tenaga kerja, Rikson mengatakan bahwa PT Djambi Waras punya batasan tenaga kerja, yakni 300. Perusahaan tak melebihi angka tersebut. Sejauh ini, serapan tenaga kerja lokal, hanya dari pengisian dari mereka yang berhenti bekerja.

Kemudian sebelumnya, ada PKB terkait saudara kandung dalam pekerja. Hal ini pula, yang membatasi perusahaan.

“Ada penerimaan nanti, Djambi Waras siap untuk menyampaikan ke kelurahan,” ungkapnya.

Usai dari PT Djambi Waras, warga mendatangi PT Remco sekira pukul 12.10 Wib. Disini, suasana berbeda dengan pertemuan terlihat lepas dan santai. Rupanya, perusahan yang terletak di RT 05 ini sudah sering membantu warga dan terlihat aktif.

Jajaran manajemen PT Remco, menyambut perwakilan masyarakat. Perusahaan, siap mendukung warga Tanjung Johor. Termasuk, dengan penyaluran CSR.

“Soal CSR ini, kita menyalurkan bukan dengan uang. Namun dengan bantuan program. Kalau memang warga punya program, kami tampung. Misalkan kolam ikan atau yang lainnya,” bilang Nopri.

Dihadiri 5 manajemen, PT Remco menampung aspirasi warga Tanjung Johor. Disini, 95 persen pekerja merupakan warga Tanjung Johor dan sekitarnya

Sejauh ini, PT Remco sudah membina warga dengan bertanam dan kolam ikan. Terakhir, perusahaan menyalurkan bantuan lewat kelompok tani untuk ternak ikan. Perusahaan berharap, tokoh masyarakat dan pemuda, dapat bersinergi lebih baik. (Win)