Tulis Surat, Ahok Beri Dukungan Untuk Jokowi

Nasional

JAKARTA – Jelang pendaftaran capres-cawapres, aksi saling dukung mulai marak dilakukan berbagai tokoh. Dukungan-dukungan itu banyak diunggah dan diekspresikan ke media sosial agar diketahui oleh masyarakat.
Yang terbaru, mantan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menyampaikan dukungannya terhadap Presiden Joko Widodo untuk memimpin kembali di periode kedua. Ahok juga meminta masyarakat memenangkan Jokowi di Pilpres 2019.
“Terus berjuang untuk Pak Jokowi 2 periode,” tulis Ahok di sepucuk kertas yang diunggah melalui akun Instagram adik kandungnya, Fify Lety Indra, Rabu (25/7) seperti yang dikutip pada Line.Today.Nesw.Me.id
Saat mengunggah gambar tersebut, Fify menjelaskan bahwa ada pihak yang meminta Ahok menulis surat tersebut dan kemudian mempublikasikannya.

Dari kemarin sampai Siang ini kembali Byk Yg tanya Soal ini benar engak tulisan Pak Ahok ? jd saya biar jawab Di sini sekaligus aja ya…. ini benar tulisan koko Ahok @basukibtp. Yg mau kutip share ambil gambar Silakan saja. Mengapa pak Ahok tulis ini ? Karena ada Yg minta dan siapa yg minta? Ya rahasia hahahaha ok ya have blessed weekdays selamat bekerja bagi yg kerja all the best for all Gbu 🙏🇮🇩🙏,” tulis Fify di caption foto Instagramnya.

Jokowi dan Ahok pernah sama-sama memimpin Ibu Kota DKI Jakarta selama kurang lebih 2 tahun. Keduanya dilantik pada 15 Oktober 2012 di Gedung DPRD DKI Jakarta.

Menjelang Pilpres 2014, Jokowi kemudian menjajal peruntungannya dan maju sebagai calon presiden. Berpasangan dengan Jusuf Kalla (JK), Jokowi berhasil menjadi Presiden ke-7 dan menjabat hingga saat ini.

Pada 14 November 2014, Presiden Jokowi melantik Ahok sebagai gubernur DKI Jakarta. Selama kurang lebih 2,5 tahun memimpin Jakarta, Ahok tersandung kasus penistaan agama dan membuat Ahok harus mendekam di penjara.

Namun, Fifi Lety Indra, menyampaikan kakaknya bisa saja bebas pada Agustus mendatang, saat dia sudah menjalani dua pertiga masa hukumannya. Namun, bebasnya Ahok diikuti dengan masa percobaan satu tahun yang berarti bisa kembali dipenjara jika dianggap kembali berbuat pelanggaran hukum.