Gugur Lantaran Terindikasi Partai, Ini Seleksi PPK Sarolangun

Berita Daerah Berita Politik

SAROLANGUN – Jelang Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sarolangun, mulai melakukan rekrutmen anggota Pantia Pemilihan Kecamatan (PPK).

Usai melewati tahapan pendaftaran pada 25-31 Januari yang lalu, hingga dilakukan tahapan seleksi administrasi pada 01-05 Februari yang lalu, saat ini sudah memasuki tes tertulis bagi para calon PPK dari semua Kecamatan.

Tercatat 5 orang gugur dari 146 orang yang mendaftarkan diri.

Kegagalan tersebut saat melakukan administrasi ditemukan kekurangan berkas. Yang lebih parah lagi, peserta terindikasi masuk partai politik.

Dengan demikian, tes tertulis yang dilaksanakan oleh penyelenggara rekrutmen dari KPU dan diawasi oleh Panwaslu Sarolangun, pada Selasa (06/02) kemarin, diikuti 141 orang yang dinyatakan lulus administrasi setelah melalui tahapan penelitian.

Ketua KPU Sarolangun, Akhyar saat diwawancarai mengatakan bahwa tes tertulis ini hanya dilaksanakan satu hari di SD 03 Sarolangun, Kelurahan Pasar Sarolangun.

Soal itu dibuat langsung oleh KPU Sarolangun, dengan soal tertulis tersebut sekitar pemahaman calon anggota mengenai pelaksanaan Pemilu, tugas dan fungsi PPK, DPT dan Rekapitulasi pemilu, Data faktual, serta mengenai hal lainnya yang berkaitan dengan pemilu. Peserta diberikan waktu 1 x 90 menit untuk menjawabnya dengan benar, yang dijaga ketat oleh KPU dan Panwaslu.

“Tes tertulis cuma 1 hari, dan tes wawancara sudah pengumuman tes tertulis. pesertanya tersebar dari seluruh kecamatan. Dari 146 orang mendaftar, 5 orang dinyatakan tidak lulus seleksi administrasi,” katanya.

Kemudian ia juga menjelaskan sesuai Undang-undang No 7 tahun 2017, jumlah PPK yang akan diterima hanya sebanyak tiga orang tiap kecamatan, dimana sebelumnya jumlah anggota PPK ada lima orang. Dengan demikian, dari 141 orang yang ikut tes terulis ini, hanya diterima 30 orang dari 10 kecamatan yang ada.

“Tanggal 08 maret nanti akan diumumkan siapa yang lulus dan akan kita lantik,” jelasnya.

Ia juga menegaskan tes anggota PPK ini dilakukan secara terbuka untuk umum, dan tidak ada kendala selama ini, semua tahapan masih berjalan dengan baik.

“Kita terbuka untuk umum, mencari orang orang yang punya dedikasi sebagai penyelenggara pemilu angggota ppk pada pemilu 2019,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Panwaslu Sarolangun Edi Martono, mengatakan pihaknya akan terus melakukan pengawasan dalam seleksi PPK ini, dimana dari pengawasannya ada satu orang calon anggota PPK yang didiskualifikasi karena terindikasi salah satu tim sukses pasangan calon pilkada sarolangun yang lalu, dan bahkan terindikasi menjadi salah satu anggota partai politik.

“Kita lakukan pengawasan tentang tes tertulis PPK, kita awasi mulai dari pendaftaran kemarin, kemudian seleksi administrasi. dan hari ini kita turun memantau tes testulis. Untuk saat ini belum ada pelanggaran, hanya ada yang tidak lulus, dalam administrasi seperti Lina Mariyana, karena terindikasi karena timses salah satu paslon pilkada kemarin, dan juga kami temukan dilapangan terindikasi menjadi anggota partai golkar,” tukasnya.(Ajk)