Dominasi Petahana Sarolangun, Pengamat : Calon Tunggal dan Kegagalan Partai

Berita Politik

JAMBI – Gerbong petahana Bupati Sarolangun Cek Endra (CE) semakin tak terbendung dengan masuknya Partai Amanat Nasional (PAN). Menjadi bagian dalam pertarungan CE mempertahankan kursi empuk BH 1 SZ, petahana selangkah lagi menjadi calon tunggal di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2017 mendatang. Dinamika politik ini mulai menjadi pembahasan publik dan pengamat politik.

Mohammad Farisi, dari Fisipol Universitas Jambi cukup terkejut dengan dukungan PAN untuk sang petahana. Dengan posisi sebagai partai pemerintah, PAN diharapkan para kandidat sebagai partai pengusung di Pilkada serentak jilid II mendatang.

“Walau hanya 1 kursi, sebagai partai pemerintah, PAN sangat diharapkan menjadi bagian poros baru untuk menghadapi petahana yang mendominasi. Namun diluar dugaan, PAN membuat kejutan,” bilang Farisi dibincangi dinamikajambi.com pada Rabu (24/8).

Bilang Dosen yang aktif menulis itu, dominasi CE pada partai politik, nyaris menutup peluang lawan tanding sang petahana. Satu-satunya pilihan untuk memberikan rivalitas di Pilbup Sarolangun mendatang, kandidat seperti Maryadi Syarif, Muhammad Madel dan Asad Isma disebut Farisi dengan berkoalisi sebagai poros. Namun Farisi meragukan hal itu bisa terjadi.

“Dari jumlah partai yang belum menentukan dukungan, hanya tersisa untuk 1 pasang calon. Pilihannya, mereka ini harus bersatu. Kalau pun bersatu, akan timbul pertanyaan. Apakah partai setuju dengan koalisi ini? Apakah kandidat setuju? Bisa jadi partai ini mendukung si A, tapi tidak untuk pasangannya,” terangnya.

Kondisi ini, sambung Farisi, menyisakan pertanyaan besar bagi demokrasi di Sarolangun. Khususnya pada partai politik, pengkaderan partai bakal menjadi pertanyaan.

“Artinya apa? Kegagalan pengkaderan. Partai itu tempat kaderisasi. Apa partai tidak punya kader yang layak di dorong untuk Pilkada?.” tandasnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.