Pemekaran Pamenang, Ini Kata Tokoh Masyarakat Pamenang

Berita Daerah

PAMENANG – Usulan pemekaran Pamenang menjadi Daerah Otonomi Baru (DOB) belakangan ini cukup mencuat. Ada beberapa faktor pendorong dari pemekaran tersebut. Namun sayangnya, aspirasi ini belum mendapat restu dari tokoh Pamenang sendiri.

Alip Yusup, tokoh masyarakat Pamenang menilai pemekaran Pamenang menjadi kabupaten baru hanya sebuah ungkapan emosional belaka. Ia tak menolak jika masyarakat banyak menyuarakan tidak meratanya pembangunan untuk Pamenang. Namun jika memang pemekaran berangkat dari tidak berimbangnya kebijakan pembangunan pemerintahan di wilayah Pamenang, Alip menolaknya.

“Masalah kebijakan program pembangunan itu kembali pada anggaran. Bupati itu harus banyak berjanji. Karena memang untuk membangun Merangin itu dak cukup dengan duit Rp 400 Milyar dari APBD Rp 1,3 Triliun. Wilayah Merangin itu luas. Dak cukup untuk 24 kecamatan,” beber Alip melalui telepon selulernya.

Sementara pada pemekaran, untuk menjadikan Pamenang sebagai DOB baru, Alip bilang membutuhkan persiapan dan syarat yang tidak gampang. Ia menyebutkan pada sumber pendapatan daerah dan SDM masyarakatnya.

“Ado banyak penilaian, kajian dan syaratnyo. Dak langsung nak disetujui pusat dak tu. Apo ado dak pendapatan Pamenang untuk membangun daerah sendiri? Jangan pikir ado dapat tambahan pusat. Duit Rp 1,3 Triliun tu la kagek dibagi 2 untuk Merangin dan Pamenang. Kalau cuma membagi sen Rp 1,3 Triliun tu yo samo bae,” terangnya.

Alip kemudian mencontohkan pada pemekaran Tabir Raya. Ia menilai, pemekaran Tabir menjadi DOB tidak akan terwujud pada 2017 mendatang. Menurutnya, Tabir Raya juga belum tentu bisa berpisah pada 2020 mendatang.

“Ingat, 50 persen usulan pemekaran itu gagal,” pungkasnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.