Pengunjung Gigit Jari, Temui Cagar Budaya Yang Runtuh

Berita Jambi Uncategorized

JAMBI – Cagar Budaya “Rumah Batu” (Pangeran Wiro Kusumo) di Kelurahan Olak Kemang, Kecamatan Danau Teluk, Seberang Kota Jambi dalam kondisi memprihatinkan. Kesan terbengkalai dan rusak dimakan usia menjadi pemandangan peninggalan abad 18 itu.

Parahnya, bangunan yang berdesain kolaborasi China dan Eropa yang didirikan pada Abad ke 18, milik salah satu Pahlawan Nasional Jambi di Era Sulthan Thaha Syaifuddin Jambi, milik Said Idrus Al-Jufri yang juga bergelar pangeran Wiro Kusumo tersebut, kini dibagian belakang atap bangunannya ambruk alias rusak sehingga membuat kenyamanan para pengunjung harus waspada.

“Sayang kalau gak diperbaiki. Saya dan kawan-kawan gak berani kalau berfoto ke dalam. Takutnya atap rubuh. Seharusnya pemerintah dan kita bersama harus menjaga bangunan bersejarah ini,” ungkap salah satu pengunjung yang mengaku bernama Lidia.

Kata Lidia, kondisi ini sangat mengecewakan dirinya dan beberapa rekannya. Berharap melihat bangunan peninggalan sejarah, Lidia yang mengaku tengah menempuh pendidikan di Universitas Batanghari itu, harus gigit jari.

Sementara, Saripah Aulia, Juru Pelihara (Jupel) Khusus, Balai Pelestarian Cagar Budaya Jambi yang berada dibawah naungan Kemendikbud, saat dikonfirmasi secara ekselusif terkait kondisi ini, tidak bisa berbuat banyak.

“Ambruknya atap rumah ini sekitar dua minggu yang lalu, saya udah laporkan ini kepada pak Lurah dengan harapan beliau dapat menkonfirmasikan kepada pak Walikota. Namun hingga saat ini tidak ada reaksinya,” sebut Saripah.

“Kita berharap kepada Pemerintah Kota Jambi untuk segera melakukan penanganan terhadap kondisi, sebab bila ini dibiarkan, selain merusak nilai sejarah yang terkandung didalamnya, juga dapat mengancam rumah warga yang ada disampingnya kalau bangunan ini rubuh,” harapnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.