Harga Karet Dan Sawit Rendah, Ini Solusi Salam Pada Pemerintah

Berita Daerah Pemerintahan

BANGKO – Rendahnya nilai jual harga perkebunan dalam beberapa tahun terakhir, memberikan dampak luas bagi kehidupan masyarakat di Provinsi Jambi. Apalagi dengan Kabupaten Merangin dan Sarolangun yang mengantungkan ekonomi dengan hasil pertanian karet dan sawit, rendahnya harga jual komoditi utama Provinsi Jambi ini memberikan kesulitan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidup.

Tak dapat dipungkiri, tak kunjung membaiknya harga perkebunan ini dipengaruhi oleh harga pasar dunia. Berbagai spekulasi dagang dunia terus menekan harga komoditi unggulan ekspor ini. Namun demikian, pemerintah seharusnya memberikan peran lain untuk membangkitkan kembali ekonomi. Salah satunya dengan mengalakkan ekonomi kerakyatan.

“Ada banyak jalan yang bisa ditempuh untuk permasalahan ini. Masyarakat yang mengandalkan perkebunan ini kita gerakkan mulai dari pemanfaatan lahan pekarangan menjadi lahan produktif. Minimal untuk memenuhi kebutuhan dapur saja dulu, masyarakat didorong untuk sayuran, buah dan bisa saja untuk usaha kolam ikan,” beber Abdul Salam, anggota DPRD Provinsi Jambi menjawab dinamikajambi.com

Lebih lanjut disampaikan politisi dari partai Hanura ini, pemerintah memberikan perannya untuk membangkitkan kembali ekonomi masyarakat lewat instansi terkaitnya. Ia memberikan lagi contoh pada usaha ikan dengan pendampingan SKPD terkait. Salam melihat, potensi ini masih sangat besar sekali untuk dapat diandalkan masyarakat.

“Sangat besar sekali potensinya. Toh ikan kita masih didatangkan dari luar kok. Berarti masih ada kebutuhan yang harus dicukupi. Yang paling penting lagi adalah, usaha ini tidak memakan waktu besar,” katanya.

Ada banyak usaha yang disebutkan Ketua FPTI Provinsi Jambi ini untuk dilakukan pemerintah. Bisa usaha dalam bentuk rumah tangga, ataupun pada usaha ekonomi kreatif menjadi solusi lain yang disampaikannya. Ia menilai, pemerintah belum melihat peluang ini.

“Ini yang saya kira perlu menjadi perhatian pemerintah. Ada banyak sekali ekonomi kerakyatan yang belum tersentuh dan dikembangkan. Ini penting sekali dalam kondisi ekonomi sulit. Kenapa? Karena ekonomi kerakyatan adalah motor pengerak ekonomi besar,” tambah bakal calon Bupati Merangin itu.

Selain itu, politisi asal Pamenang ini juga melihat pentingnya peranan pemerintah untuk meningkatkan hasil produk olahan dan memperbaiki kualitas perkebunan. Ia mencontohkan pada usaha yang dilakukan kelompok petani di Desa Muhajirin, Kabupaten Muaro Jambi. Disini, sambungnya, harga jual karet tinggi lantaran telah dalam produksi dan olahan barang jadi dan turunannya.

Kemudian, pemerintah diminta untuk meningkatkan peranan Koperasi Unit Desa (KUD) sebagai wadah petani. Koperasi, sambungnya, sangat penting untuk membangun, mengembangkan potensi dan kemampuan petani itu sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.