2 Ribu Drum Minyak Mentah Keluar Dari Kawasan PT AAS

Konflik PT Agronusa, Pelaku Minyal Ilegal Merajalela

Berita Daerah Hukrim

SAROLANGUN – Konflik antara PT Agronusa Salam Sejahtera (AAS) dengan masyarakat 12 Desa di Kecamatan Mandiangin belum juga selesai, namun timbul lagi persoalan yang mengejutkan, bahwa dikawasan PT AAS tersebut ada kegiatan Ilegal Drilling, selama ini kegiatan itu tidak pernah tersentuh oleh aparat penegak hukum.

Tak hayal, pelaku ilegal Drilling di kawasan tersebut pun, dengan leluasanya membawa minyak keluar untuk dipasarkan.

Secara garis besar, praktek minyal ilegal selama ini hanya diketahui di Desa Lubuk Napal Kecamatan Pauh, namun dikawasan PT AAS tidak disentuh, Kemana para pemangku kebijakan dalam hal ini aparat penegak hukum ? terlebih lagi PT AAS itu sendiri, Apakah ada kongkalikong ?

Baca juga : Solusi Ilegal Drilling, Pemprov Akan Bentuk FGD

Perusahan perkebunan akasia milik PT agronusa alam sejahtera yang berada di kecamatan mandiangin diduga telah menyalahkan fungsi wewenang izin hak guna usaha dalam kebun perusahaan yang ditanam pohon akasia, namun siapa sangka terdapat aktifitas illegal driling marak terjadi di wilayah perusahaan PT AAS itu sendiri.

Perihal ini diketahui dari Sukirman ketua kelompok dari 12 desa yang sedang konflik bersama PT AAS, ia mengatakan bahwa setiap harinya ada 2 ribu drum minyak hasil olahan illegal driling keluar.

Baca Juga : Giliran Ilegal Drilling Batanghari, Ditangkap Saat Malam Hari

“Kami beranggapan aktifitas illegal driling ini telah merugikan negara hingga pertahun 1 triliyun rupiah, “Katanya

Tidak hanya itu saja, Sukirman juga mengatakan tidak semua orang bisa masuk kekawasan tersebut, karena ada oknum Brimob yang menjaga dikawasan itu.

Kendati Demikian, Sukirman sangat menyayangkan disaat Polda jambi yang sedang marak memberantas illegal driling, sementara aktifitas illegal driling di Kecamatan Mandiangin marak bahkan dalam wilayah perusahaan PT AAS.

“Tentu kami sangat menyayangkan perihal ini, berapa banyak daerah kita dirugikan oleh para pelaku itu, maka dari itu kami meminta kepada pihak penegak hukum agat segera mungkin dapat memberantaskannya, “Jelasnya (Ajk)

 

Lihat video : Klik Disini