Harga Sawit di Jambi Turun, Rencana Program Disbun Jalan Ditempat

Harga Sawit Turun, Program Disbun Jalan Ditempat

Berita Bisnis Berita Daerah

JAMBI – Memasuki Minggu ketiga bulan Januari 2020, harga Tandan Buah Segar (TBS) di Jambi mengalami penurunan. Sehingga, rencana program Dinas Perkebunan Provinsi Jambi yang pernah dicanangkan seakan jalan ditempat.

Berdasarkan rapat penetapan harga TBS kelapa sawit periode 24-30 Januari 2020, antara Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Jambi dan beberapa pihak terkait lainya, Kamis (23/01/2020) didapat ada penurunan untuk Minggu kedepan.

Rapat yang dipimpin oleh Putri Rainun selaku Kepala Bidang pengolahan standarisasi dan Pemasaran hasil Perkebunan ini, menyimpulkan Harga rata-rata CPO Rp. 9.042,45, dan ini sawit Rp. 5.06031.

Sementara harga sawit untuk periode 24-30 Januari 2020, berdasarkan umur tanaman yakni sebagai berikut ;

Umur 3 tahun Rp. 1.588,19, Sawit umur 4 tahun Rp. 1.684.00, sawit umur 5 tahun Rp. 1.762,40, sawit umur 6 tahun Rp. 1.836,73, sawit umur 7 tahun, Rp. 1.883,22 sawit umur 8 tahun Rp. 1.922,22, Sawit umur 9 tahun Rp. 1.960,73 Sawit Umur 10-20 tahun Rp. 2.018,76, sawit umur 21-24 tahun Rp.1.956,30, Sawit Umur 25 tahun Rp. 1.863,39.

Sementara itu, program Dinas Perkebunan (Disbun) yang dicanangkan di 2020 ini, sepertinya Bakan blunder.

Betapa tidak, Kepala Dinas Perkebunan (Kadisbun) Provinsi Jambi Agus Rizal pernah mengatakan akan mendorong petani, agar membentuk kemitraan agar dapat merasakan harga yang di tetapkan pihaknya dengan perusahaan.

“Kan awalnya itu ada Peraturan menteri pertanian (Permentan) yang mengatur, tentang perusahaan yang bermitra dengan petani langsung. Jadi harga yang kita tetapkan setiap minggunya, itu hanya dirasakan oleh petani yang sudah bermitra saja.” Kata Agus saat dijumpai Dinmaikajambi.com di ruang kerjanya pada Senin (18/11/2019) lalu.

Namun sangat disayangkan, hingga saat ini rencana Kadisbun Provinsi Jambi ini bagai angin lalu. Tidak ada kelanjutan pasti yang dilakukan di lapangan.

Baca juga : Lagi… Harga Sawit di Jambi Kembali Menguat, Petani Ayo Bermitra

Padahal, kala itu Agus Rizal sendiri yang mengatakan rencana tersebut juga sesuai dengan  Peraturan Daerah (Perda), yang sudah yang sudah dibuat, pada 23 Oktober 2019 kemarin.

“Nah sekarang kita sudah ada Perda, kemarin sudah di tetapkan pada tanggal 23 Oktober 2019.  Ada Perda tentang tata niaga komoditi perkebunan,” sebutnya.

Bahkan ia sempat memberi warning pada perusahaan sawit di Jambi ini, yang membeli tandan buah segar dari para tengkulak perseorangan, maka akan diberikan sanksi.

Namun hingga saat ini, rencana tersebut belum juga dilakukan. Sedangkan saat dicoba dikonfirmasi hal terkait, Kepala Dinas Perkebunan itu tidak pernah ada tanggapan. (Paw/red)

Lihat juga video ini : Klik Disini