Akan Diberikan Sanksi, Kepala Disdikbud Tanjabbar Tolak Berkomentar

Akan Diberikan Sanksi, Kepala Disdikbud Tanjabbar Tolak Berkomentar

Berita Daerah Pendidikan Tanjab Barat

TANJABBAR – Terkait Dinas Pendidikan Tanjabbar yang dinilai paling tidak serius dalam menindaklanjuti penyusunan laporan keuangan, dari OPD Pemda lainnya membuat membuat Kepala BPKAD berang.

Hal ini disampaikan Raji’un Sitohang, selaku Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Tanjabbar berang, Selasa (21/01/2020) saat dikonfimarsi wartawan media ini.

Raji’un mengatakan bahwa seharusnya ada sanksi bagi OPD yang berulah. Apalagi tidak serius dalam penyusunan laporan keuangan.

“Akan tetapi kalau OPD tidak mau mendukung, yang tidak berkinerja dengan baik harusnya di berikan sanksi,” katanya.

Baca juga : Dikbud Lamban Susun Laporan Keuangan, BPKAD : OPD nya Lelet

Ia dengan tegas menyatakan, apabila rekonsolidasi belanja, baik itu dana APBD nya maupun belanja dana bos tidak direspon dengan baik di setiap OPD, maka  akan ada sanksi berupa sanksi Uang Persediaan (UP).

“Tidak diperkenankan mencairkan uang persediaan, uang muka ke OPD tidak akan kita bayarkan apabila itu tidak menyelesaikan Rekonsolidasi Belanja. Baik itu dana APBD-nya, maupun belanja dana bos. Disini kita buat barometer dan portal- portalnya agar OPD jangan seenaknya saja,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tanjabbar, Martunis M Yusuf,S.pd. M.pd. dikonfirmasi terkait masalah ini enggan memberikan komentar banyak pada awak media.

Dirinya malah melemparkan tanggung jawab ini kepada bagian sekretaris.

“Informasi ke sekretaris saja, saya lagi dinas luar.” ujarnya melalui pesan WhatsApp.

Lihat Laga Semi Final Gubernur Cup : Klik Disini

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan Sekretaris Disdikbud masih belum dikonfirmasi. (hry)