Tak Pandang Bulu, Komisi III Sidak PT AWI

Daerah Hukrim Merangin Politik

MERANGIN – Komisi III DPRD Kabupaten Merangin bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Satpol PP Merangin menggelar inspeksi mendadak (Sidak) ke PT Agro Wijaya Industri (AWI), Koto Rayo, Tabir, Rabu siang (11/12).

Sidak yang kesekian kalinya bagi Komisi III yang baru dilantik ini guna mengecek limbah yang diduga mencemarkan lingkungan yang dihasilkan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) tersebut.

“Sidak di PT AWI ini kami lakukan berdasarkan informasi dari masyarakat terkait kondisi limbah yang dihasilkan perusahaan,” ungkap Ketua Komisi III, Mulyadi kepada awak media, saat memimpin Sidak di lokasi pabrik.

“Sebelumnya memang ada anggapan kalau kami (Komisi III) tidak berani menggelar Sidak ke PT AWI. Padahal karena kesibukan rapat paripurna dan reses sehingga Sidak kita tertunda,” kata Mulyadi.

Mulyadi menegaskan, pabrik harus mengikuti aturan sesuai dengan Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) karena di dalam UU tersebut dijelaskan semua perusahaan yang akan membuang limbah wajib mengamankan limbahnya  sampai proses terakhir.

Lebih lanjut Wakil Ketua Komisi III Asy Syahrul menyampaikan, tujuan diadakannya Sidak bersama DLH Merangin ini untuk mengetahui apakah perusahaan yang bersangkutan mengikuti regulasi yang berlaku atau belum.

“Setiap perusahaan-perusahaan penghasil limbah yang memungkinkan, kami tidak akan pandang bulu untuk melakukan Sidak. Kita lihat apakah perusahaan tersebut taat terhadap regulasi yang ada atau tidak,” kata Bang Ul panggilan akrabnya.

Sementara hasil Sidak baru bisa didapatkan setelah uji labor sampel limbah beberapa hari kedepan oleh DLH Merangin. Hal ini dibenarkan Kabid Pengendalian DLH Merangin, Sutoto.

“Untuk hasil uji sampel masih menunggu uji laboratorium hingga beberapa hari kemudian. Apakah positif perusahaan ini mengandung limbah B3 kita belum tahu,” ujarnya.

Namun berdasarkan pantauan Dinamika Jambi, banyak temuan pelanggaran yang dilakukan PT AWI. Diantaranya, adanya kebocoran di pipa limbah, merembesnya limbah ke lahan warga, serta sampah-sampah yang diduga terpapar B3.

Diketahui, anggota Komisi III yang berangkat Sidak adalah Mulyadi, Asy Syahrul, Sri Amin, Haryanto, Nasihin, Yuzan, Sukar, Muhammad Helmi, dan Saut Tua Samosir. (rdc)