Pengolahan Aspal Diangap Menimbulkan Polusi, BLH Tanjabbar Bakal Bertindak

Daerah Tanjab Barat

TANJABBAR – Pembakaran pengolahan aspal untuk proyek pembangunan jalan yang berada didalam kota Kuala Tungkal Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Diangap telah menimbulkan polusi dan sudah mengganggu bagi kesehatan masyarakat setempat.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Tanjung Jabung Barat Suparjo mengatakan, pengolahan aspal didekat permukiman warga sangat lah tidak tepat.

Menurutnya, pada umumnya seharusnya kegiatan semacam itu tidak dilakukan disekitar permukiman warga.

” Harusnya jauh dari permukiman warga, paling tidak 500 meter lah dari permukiman warga.” Ujar Suparjo.

Ia menjelaskan, dampak asap dari hasil pembakaran pengolahan aspal ini sangat lah berbahaya, apalagi disekitar situ ada sarana pendidikan untuk anak-anak.

” Yang namanya asap hasil pembakaran itu limbah, apalagi ini asap pengolahan aspal sangat berbahaya. Yang jelas kegiatan nya agak kurang tepat dilakukan di permukiman warga,” Tegasnya.

Kata Suparjo, pihaknya akan turun untuk mengecek kelokasi pengolahan aspal tersebut.” Tim kami sedang turun mengecek kondisi di lapangan. Nanti kalau memang ada dampak negatif ke warga dan anak-anak ya segera bertindak. Kita akan rekomendasikan minta dipindahkan,” kata Suparjo.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Tanjabbar, Martunis saat diminta tanggapan terkait menyangkut pendidikan yang dibawah naungannya, mengaku belum bisa komentar banyak soal gangguan kesehatan terhadap anak didik.

” Kami belum tau pasti kondisi pastinya bagaimana. Jadi belum bisa memberi komentar banyak,” ujar Martunis.

Sebelumnya Mislia seorang guru pengajar disalah satu Taman Kanak-Kanak(TK) yang tak jauh dari lokasi pengolahan aspal. menyebut bau dari asap tersebut sangat menganggu pernapasan dampak nya juga berbahaya bagi kesehatan terutama bagi anak anak.

” Dampak dari asap pembakaran ini berbahaya, sangat menganggu sekali bagi anak-anak disini.” Ungkapnya.

Kata dia, selain menganggu dampak asap yang ditimbulkan juga beresiko dan mengancam kesehatan bagi anak anak disekitar.

” Kita disini kan banyak anak-anak, ada TK, pendidikan anak usia dini (Paud) dan
tempat penitipan anak TPA. Kasihan anak-anak harus mencium bau asap, seharusnya orang itu( pengolahan aspal) lebih tahu lah bagaimana dampak nya.” Tegasnya

” Jangan orang lain yang dapat duetnya, kita yang dapat penyakitnya.” Sindirnya.(hry)