Dewan Dorong Raden Mattaher Menjadi Pahlawan Nasional

Parlemen Provinsi

JAMBI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jambi mendorong penuh dianugerahkannya pahlawan Jambi Raden Mattaher menjadi salah satu Pahlawan Nasional di Indonesia. Hal ini disampaikan langsung oleh Anggota DPRD Provinsi Jambi Apif Firmansyah.

Dewan Fraksi Golkar tersebut mengatakan siap mendukung Raden Mattaher menjadi sederetan Pahlawan Nasional.

“Kami akan dukung penuh Raden Mattaher menjadi Pahlawan Nasional,” ungkap Apif Firmansyah.

Sementara salah satu cucu dari Raden Mattaher, Rts Siti Aminah Ninggrat menyatakan pengajuan dari pihak keluarga yang meminta Raden Mattaher menjadi pahlawan nasional telah lengkap semua.

“Dari Dinas Sosial Kota dan Provinsi Jambi sudah menyetujui. Tinggal dalam dekat ini kita akan ajukan ke kementerian sosial RI,” ungkap Rts Siti Aminah.

Dilansir dari laman Goodnewsfromindonesia.id,
Raden Mattaher adalah cucu dari Sultan Thaha. Raden Mattaher sendiri merupakan salah satu panglima tangguh yang dimiliki oleh Sultan Thaha Syaifuddin.

Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya. Melalui kalimat ini Ir. Soekarno menegaskan kepada generasi muda dan penerus bangsa untuk selalu mengingat perjuangan para pahlawan.

Sebab berkat jasa mereka kita dapat menikmati dan merasakan manisnya kemerdekaan saat ini. Perjuangan para pahlawan mengingatkan kita untuk senantiasa mengisi kemerdekaan dengan optimisme dan kerja nyata bagi negeri.

Sosok Raden Mattaher dikenal sebagai Mat Tahir, anak dari pangeran Kusin Bin Pangeran Adi. Raden Mattaher dilahirkan di dusun Sekamis, Kasau Melintang Pauh, Air Hitam, Batin VI, tahun 1871.

Terdapat banyak versi nama dari sang pahlawan mulai dari Raden Mat Tahir (G.J. Velds, dalam De Onderwerping van Djambi in 1901-1907), Raden Mattahir (Osman Situmorang melalui skripsinya pada tahun 1973).

Pada tahun 1858 Sultan Thaha Syaifuddin dan Raden Mattaher berhasil menenggalamkan satu kapal perang Belanda Van Hauten di perairan Muaro Sungai kumpeh. Peristiwa sejarah tersebut memberikan gelar Raden Mattaher sebagai Singo Kumpeh.

Saat melawan penjajahan Belanda, Raden Mattaher bertugas sebagai panglima perang yang bergerak di wilayah Muara Tembesi hingga ke Muara Kumpeh.

Raden Mattaher dan beberapa panglima lainnya membuat kantong-kantong pertahanan, barisan pertahanan, dan barisan perlawanan terhadap penjajah.

Penyerangan difokuskan terhadap kapal-kapal perang yang mengangkut personil, obat-obatan, amunisi, dan kantong-kantong pertahanan militer Belanda.

Perjuangan Raden Mattaher berakhir pada 7 September 1907. Raden Mattaher ditangkap oleh pasukan militer Belanda dan ditembak mati di rumahnya sendiri dalam operasi militer Belanda. Raden Mattaher kemudian dimakamkan di komplek pemakaman raja-raja Jambi di tepi Danau Sipin Jambi.

Untuk mengenang jasa Raden Mattaher sebagai pahlawan nasional. Nama Raden Mattaher diabadikan sebagai nama salah satu rumah sakit umum daerah di Provinsi Jambi.

Raden Mattaher menjadi salah satu tonggak sejarah perjuangan merebut kemerdekaan Indonesia, perjuangan dari Rakyat Jambi untuk Indonesia.

Semoga semangat beliau kekal di hati generasi muda Jambi, khususnya untuk menggaungkan semangat “dari Jambi untuk Indonesia”.

(Wandi)