Sindir Dana Desa, Bupati : GOR Seperti Tempat Jin Buang Anak

Desa Membangun Pemerintahan Tanjab Barat

TANJABBAR – Gelontoran Dana Desa sedianya untuk peningkatan ekonomi dan sosial desa untuk berkembang menjadi lebih baik. Namun dalam perjalannya, tak sedikit Kepala Desa dan perangkatnya tak bisa mengoptimalkan duit rakyat ini, hingga banyak yang terjerat dalam hukum.

Bupati Tanjung Jabung Barat, DR. IR H Safrial mengkritisi pengunaan Dana Desa. Ia mendorong pemerintah desa dapat mengunakan DD dengan kajian dan kebutuhan. Bukan mengikuti desa lainnya.

Hal Itu disampaikan dalam sambutannya saat menghadiri peresmian listrik pedesaan di Desa Tanjung Pasir dan Kelurahan Betara Kiri, Kecamatan Kuala Betara, Selasa (19/11/12).

“Saya bangga setiap desa, umpamanya itu membangun GOR, saya berharap yang dibangun itu digunakan. Ada suatu Desa membangun GOR, saat saya lewat tiap hari tidak ada aktivitas main badminton ataupun volly di GOR tersebut,” ungkap Safrial dalam kegiatan yang digelar di Desa Tanjung Pasir itu.

Safrial berharap setiap Kepala Desa (Kades) jangan meniru, kalau orang berbuat A kita berbuat A.

“Tetapi kaji potensi kita, apakah kita butuh GOR atau butuh jalan produksi. Jadi kita tidak boleh sama. Maka dari itu, galilah potensi desa masing masing,” katanya.

Kepada Kepala Desa yang berada di wilayah rawan kebakaran dan Karhutla, gunakan APBDesnya itu untuk membuat kanan kanal penyekat untuk menghadapi kemarau tahun depan.

Kembali pada pembangunan, bupati tak ingin DD menjadi pembangunan sia-sia atau tak digunakan.

“Saya lihat banyak GOR seperti tempat jin buang anak lah barangkali, karena pola pikirnya itu orang buat GOR, kita buat GOR. Saya setuju buat GOR itu dipakai, tapi kalau kita bangun tidak dipakai itu untuk apa,” kata Safrial dilansir dari SerambiJambi.id media partner DinamikaJambi.com

Bupati ingin dana yang digunakan baik itu APBD maupun APBDes, setiap rupiah yang dikeluarkan itu berdampak kepada pertumbuhan ekonomi dan berdampak untuk kesejahteraan masyarakat. (Erw/*)