Tarif BPJS Naik, Puluhan Warga di Tanjabbar Ajukan Penurunan Kelas

Daerah Tanjab Barat

TANJABBAR –  Dalam beberapa pekan terakhir ini, Kantor BPJS Kesehatan Tanjabbar di Jalan Majid Brangas Kelurahan Sriwijaya rutin di datangi warga.

Betapa tidak, naiknya uang iuran BPJS kesehatan yang saat ini sangat membuat masyarakat tercekik, selain pendapatan yang kini sulit, ditambah lagi pengeluaran yang cukup besar. Tak ayal, salah satu solusi agar tidak begitu terbebani, yakni dengan cari pindah kelas.

Puluhan warga yang menjadi peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan ternyata, mengajukan penurunan kelas agar iuran Bulanan BPJS Kesehatan dapat terjangkau.

Hal ini dibenarkan Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Tanjabbar Charles MM. Tanjung. ‎kata Charles, mayoritas warga yang memilih menurunkan kelas pelayanan ini adalah warga yang terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan Mandiri.

” Kita belum rekap angka pastinya. Tapi setidaknya ada puluhan ‎yang sudah mengajukan penurunan kelas pelayanan. ,”terangnya.

‎Charles menyebut, warga mengajukan penurunan kelas pelayanan satu tingkat di bawahnya. Dari pelayanan kelas satu ke kelas dua, dan dari kelas Dua ke kelas Tiga.

” Pengajuan penurunan lebih dominan dari kelas satu turun langsung ke kelas tiga. Dan setiap harinya selalu ada peserta BPJS yang mengajukan penurunan kelas tersebut,” bebernya.

Meski demikian, tidak semua peserta BPJS yang mengajukan penurunan kelas pelayanan bisa dilayani. Sesuai peraturan, peserta yang terdaftar di bawah satu tahun, belum atau tidak diperbolehkan mengajukan penurunan kelas.

‎”Yang boleh mengajukan penurunan kelas itu, yang terdaftar lebih dari satu tahun.” ucapnya.

Berdasarkan catatan pihaknya, dari 320 ribu jiwa warga Tanjabbar,  sekitar 65 persen warga sudah terdaftar sebagai peserta B‎PJS Kesehatan.

“Iuran mandiri Kelas III dari Rp 25.500 per bulan menjadi Rp 42.000. Kelas II dari Rp 51.000 menjadi Rp 110.000. Kelas I dari Rp 80.000 menjadi Rp 160.000.” jelasnya.

Dengan adanya kenaikan iuran bulanan tersebut, tidak menutup kemungkinan jumlah peserta yang mengajukan penurunan kelas pelayanan akan bertambah terus.

“Tidak menutupi kemungkinan jumlahnya akan terus bertambah.” Jelasnya.(hry)