Padagang Pasar Talang Gulo Anggap Pungutan Retribusi Ilegal

Daerah

JAMBI – Miris nasib para pedagang di pasar induk talang gulo, Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi. Selain sepinya pembeli, pedagang juga keluhkan dengan adanya pungutan retribusi yang dianggap menambah beban mereka.

Salah satu perwakilan Pedagang, Dedi yansi menyebutkan bahwa hampir seluruh pedagang yang ada di pasar induk talang gulo masih ilegal.

Hal ini di buktikan dengan tidak adanya satupun pedagang yang mengantongi izin penempatan seperti yang telah dituangkan dalam isi ketentuan umum nomor 14 peraturan Walikota nomor 7 tahun 2016. tentang pengelolahan pasar.

Peraturan itu berbunyi bahwa retribusi pasar adalah pungutan yang di kenakan kepada pedagang yang mendapatkan pelayanan perizinan berupa toko, kios, los, dan bangunan lainnya berdasarkan peraturan perundang undangan yang berlaku.

“Sampai saat ini tidak satupun pedagang memiliki izin penempatan, kami juga mempertanyakan retribusi yang kami bayar apa memang sudah sesuai aturan aturan yang ada sedangkan izin saja belum ada,” ungkap dedi.

Pedagang yang masih menempati los kios, kata Dedi, bukannya tidak mau mematuhi perda Kota Jambi tersebut akan tetapi sampai saat ini izin penempatan belum ada dikeluarkan dari dinas terkait.

“Saat ini para pedagang telah meningalkan los los dan kios hingga lebih memilih untuk menggelar dagangannya di pinggir jalan di lokasi terminal truk talang gulo dan ke pasar pasar lainnya di Kota Jambi dan sekarang hanya tinggal puluhan orang saja yang masih bertahan di pasar induk talang gulo,” paparnya.

(Wandi/*)