Dikira Mobil Wabup, Paniknya Plt Dirut RSUD Saat Alphard ‘Raib’

Daerah Hukrim

JAMBI – Misteri hilangnya Toyota Alphard berwarna hitam dengan nomor polisi B 6 SJY, Sabtu (16/11/2019) Malam sempat membuat panik Plt Direktur RSUD Raden Mattaher Drg Iwan. Mobil mewah dan canggih itu, bisa lolos dari pengamanan rumah sakit plat merah itu.

Mobil yang dibawa Adli, sedianya ingin menjenguk rekannya di rumah sakit. Mobil yang baru dibeli sekira 4 hari lalu itu, diketahui sempat keluar pada siang hari. Sekira 1 jam, mobil yang keluar untuk makan itu, kembali masuk ke parkiran rumah sakit.

“Setelah itu, baru sorenya keluar,” kata Drg Iwan yang turun langsung ke parkiran atas kejadian itu.

Iwan yang datang dengan diikuti istri tercintanya, mengaku sempat panik mendapati kabar hilangnya mobil berkelas itu. Ia mengira, mobil dengan surat bernama PT Sriwijaya Air itu milik Wakil Bupati Muaro Jambi, Bambang Bayu Suseno (BBS)

“Karena waktu dilihat, itu mobil Alphard. Saya teringat pak Wabup. Apalagi, yang posting itu orang dekatnya,” cerita Iwan saat mengetahui kabar kehilangan itu dari media sosial.

Lantaran panik, Iwan sampai lupa jika nomor polisi mobil BBS berbeda dengan yang kehilangan.

Tak bisa dipungkiri, kepanikan memang melanda manajemen rumah sakit. Pasalnya, pengelolaan parkir bukan lewat pihak ketiga, melainkan langsung dari manajemen.

Baca Juga : Kantor Gubernur Raib, Satgas Karhutla Keburu Dibubarkan

Namun beruntung, ternyata dari keterangan petugas, mobil keluar dengan karcis. Bukan lewat begitu saja. Iwan bergerak cepat dengan mengambil rekaman layar atau CCTV.

Ternyata, mobil bisa mudah keluar lantaran karcis ada di dalam mobil. Berbeda jika karcis dikantongi sang pengemudi, Adli.

Dihubungi awak media, Adli mengaku berada di Polresta. Ia melaporkan kejadian itu.

Berita Terkait : Mobil Toyota Alphard Raib Diparkiran RSUD Raden Mattaher Jambi

Ditanya soal karcis dalam mobil, Adli membenarkan hal itu.

“Masih di Polresta bang,” katanya saat dihubungi sekitar pukul 23.30 Wib.

Informasi yang dihimpun, mobil mengarah ke Tempino. Selain itu, GPS juga dikabarkan telah dimatikan, sehingga titik lokasi mobil tak lagi dapat dipantau. (Erw)