Ketua DPRD :  Kepala Bappeda Mundur Saja Kalau Tak Mampu

Parlemen Provinsi

JAMBI – DPRD Provinsi Jambi tampaknya kecewa berat terhadap Pemerintah Provinsi Jambi yang dianggap tak serius dalam pembahasan anggaran APBD Jambi 2019. Kekecewaan tersebut disampaikan langsung Ketua DPRD Provinsi Jambi Edi Purwanto.

Dirinya merasa tidak habis pikir mengapa Pemerintah Provinsi Jambi seakan acuh terhadap pembahasan anggaran APBD Jambi 2020.

“Saya heran mengapa seperti Kepala Bappeda, TAPD bahkan tak ada sama sekali yang mewakilkan Sekda saat rapat Banggar bersama Dewan. Padahal ini penting loh dalam membangun Jambi. Saya selaku ketua DPRD dan banggar sangat kecewa terhadap pihak Eksekutif yang kami anggap tak serius dalam pembahasan anggaran,” ungkap Edi Purwanto diruangannya kepada DinamikaJambi.com, Kamis (14/11/2019).

Bersama para dewan lainnya, Ketua DPD Partai PDI-P Jambi ini juga mempertanyakan keseriusan Pemerintah Provinsi Jambi dalam membangun Jambi kedepan.

“Jangan nanti masyarakat menyalahkan dewan dalam membangun Jambi, tapi masyarakat harus tahu pihak Eksekutif lah yang tak ada niat dalam membangun Jambi bukan Legislatif,” tegasnya.

“Kawan kawan (anggota Banggar, red) marah semua atas ketidakhadiran Kepala Bappeda, TAPD serta perwakilan Sekda. Seperti tak menghargai dewan, pihak Eksekutif cuma mengutus eselon IV. Apa apaan ini,” lanjutnya.

Tak hanya itu, Edi juga menilai integritas Jambi pada saat ini berada di peringkat 3 terendah di Indonesia. Hal ini, kata Edi, membuktikan kegagalan kita dalam memimpin negeri.

“Kita liat kok eksekutif tak serius. Ini catatan bagi mereka (Pihak Eksekutif, red). Birokrasi kita sangat bobrok. TAPD dengan Banggar daerah harus hadir. Dihadirkan Eselon IV emangnya uda jagoan betul (Pihak Eksekutif, red),” tegas Ketua Banggar tersebut.

Menganggap pembahasan anggaran sangat serius dalam membangun Jambi kedepan selaku Ketua Banggar, Edi menunda (Skors) rapat banggar hingga kehadiran Kepala Bappeda Doni.

“Saya mau eksekutif bersih bersih, kalau tidak mau ya silahkan mundur saja, Kepala Bappeda mundur saja kalau tak mampu. TAPD yang serius, ini anggaran Jangan dewan di kambing hitam kan,” tegas Edi dengan nada lantang.

(Wandi)