Minta Alihkan ke Perbaikan Jalan, F PPP Tetap Tolak Fly Over

Daerah Parlemen

JAMBI – Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPRD Provinsi Jambi sepertinya tetap berkomitmen menolak pembangunan jembatan layang (Fly Over) Simpang Mayang, Kota Jambi.

Tolakan tersebut disampaikan langsung Ketua DPW PPP Evi Suherman di ruang Fraksinya di Gedung DPRD Provinsi Jambi kepada awak media, Senin (04/11/2019).

Evi mengatakan wacana Pemerintah Provinsi untuk membangun Fly Over dinilai tidak tepat. Menurutnya masih banyak yang harus dibenahi daripada membangun jembatan layang tersebut.

“Kami dari Fraksi PPP tetap berkomitmen pada pendirian awal yakni tidak menyetujui pembangunan Fly Over,” ungkap Evi.

Ketua Fraksi PPP DPRD Provinsi Jambi ini menilai pembangunan Fly Over tersebut akan sia-sia. Karena menurutnya dalam kurun waktu satu tahun, bukanlah waktu yang lama untuk membangun jembatan layang senilai Rp 198 Milyar seperti yang diwacanakan Pemprov.

“Apakah nanti bisa selesai, kalau tidak tanggunglah bebannya sendiri,” ungkap Politisi Senior Jambi tersebut.

Evi juga menyarankan kepada pemerintah daerah agar mengurungkan niatnya atau menunda dahulu pemembangun Fly Over.

“Kita minta agar anggaran nya dialihkan saja untuk membangun atau memperbaiki jalan jalan di seluruh daerah di Jambi yang rusak parah,” ucapnya.

“Seperti jalan Nes, jalan Suak Kandis. Dan juga jalan jalan di Kabupaten Kerinci, Muarojambi, Batanghari, Bungo, Tanjabtim serta di Sarolangun dan Merangin yang lebih membutuhkan perhatian khusus dari Pemprov bukan bangun Fly Over,” tambahnya.

Hal senada juga diungkapkan Anggota DPRD Provinsi Jambi Dapil Kota Jambi Ibnu Sina, dirinya juga meminta kepada Pemprov Jambi agar membatalkan pembangunan Fly Over.

“Saya juga minta Pemprov agar membatalkan pembangunan Fly Over tersebut,” singkat Ibnu Sina, Senin (04/11/2019).

Berita Terkait: Batalkan Fly Over, Apif: Tanjabbar dan Tanjabtim Lebih Membutuhkan

Berita Terkait: Kami Tak Perlu Bangun Ikon Jambi, “Pikirkan Saja Jalan yang Rusak Parah

Tak hanya dewan, masyarakat di sejumlah daerah di Jambi juga turut menolak keras pembangunan jembatan senilai Rp 198 Milyar tersebut.

Seperti yang disampaikan Romi, warga Kecamatan Sungai Gelam Muarojambi. Dirinya menolak keras wacana Pemerintah tersebut. Menurutnya pembangunan infrastruktur jalan lebih dibutuhkan masyarakat daripada Fly Over.

“Pembangunan Fly Over malah tidak ada manfaatnya bagi kami masyarakat daerah, coba dewan mendesak Pemerintah untuk batalkan Fly Over tersebut,” ungkap Romi, Minggu (03/11/2019).

Romi meminta kepada Pemerintah Provinsi agar program program pembangunan infrastruktur lebih menyentuh kepada masyarakat luas bukan Kota Jambi saja.

“Kami tak perlu bangun ikon Jambi, yang kami butuhkan perbaiki jalan kami yang hancur dan berlobang,” ungkap Romi.

Hal senada juga disampaikan Hendra warga Kecamatan Rantau Rasau Tanjung Jabung Timur. Dirinya mengaku bingung dengan sikap pemerintah daerah yang hanya memikirkan bagaimana membangun Ikon Jambi saja, tapi tidak memikirkan keluh kesah warga yang ada di setiap daerah.

“Lihat sepanjang jalan limbur-rantau rasau yang rusak parah, inikan termasuk jalan milik Provinsi juga,” ungkap Hendra.

Hendra mengatakan seharusnya Pemprov lebih memikirkan bagaimana cara membuat perekonomian masyarakat Jambi menjadi sejahtera.

“Dengan bagusnya infrastruktur jalan, secara otomatis akan mengangkat perekonomian masyarakat,” ucapnya.

Berita Terkait: Tolak Keras Fly Over, Nasdem: Masih Banyak Jalan Rusak di Jambi

(Wandi)