Korupsi Dana SPP PNPM di Tanjabbar, GW Jadi Tersangka

Daerah Hukrim

TANJABBAR – Tersangka kasus dugaan korupsi penggelapan Dana Simpan Pinjam Khusus Perempuan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SPP-PNPM) di Kecamatan Kuala Betara tahun 2015 lalu belum lama ini berhasil di tangkap oleh kepolisian Resor Tanjung Jabung Barat.

Kapolres Tanjabbar AKBP ADG Sinaga, S.IK melalui Kasat Reskrim IPTU Dian Pornomo, S.IK, MH mengatakan, pihaknya telah menetapkan satu tersangka terkait kasus dugaan korupsi dana PNPM senilai Rp 75,8 Juta di Desa Betara Kecamatan Kuala Betara yang terjadi tahun 2015.

“Tersangka berinisial GW (30) warga Parit Deli RT 01 Kelurahan Betara Kiri, Kecamatan Kuala Betara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat.” Ujar kasat.

Kata Dian, GW berhasil ditangkap di Kecamatan Mangsang Kabupaten Bayung Kincir Sumatera Selatan pada 3 Oktober 2019.

Dian menjelaskan, dalam kasus dugaan korupsi dana SPP-PNPM tersebut, tersangka GW saat itu menjabat sebagai Bendahara UPK PNPM Kecamatan Kuala Betara.

“Modus korupsi yang dilakukan tersangka. Ia tidak menyetorkan pembayaran angsuran pinjaman dari 30 kelompok SPP-PNPM tahun 2014 ke Unit Pengelola Kegiatan (UPK). Tetapi justru digunakan untuk kepentingan pribadi.” sebutnya.

“Kami perkirakan jumlah kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi dana bergulir SPP-PNPM itu, mencapai Rp 75,8 juta,” Timpalnya.

Kasat menjelaskann tim penyidik sudah melakukan pemeriksaan dan penahanan terhadap tersangka pada tanggal 4 Oktober.

Kemudian tanggal 28 Oktober Berkas Perkara dinyatakan lengkap (P21). Tanggal 31 Oktober kemarin berkas perkara tersangka dan barang bukti dilimpahkan ke JPU Kejaksaan Negeri Tanjabbar.

“Tersangka GW tersebut kita dijerat dengan pasal 2, 3, 8 Undang-undang RI Nomor 20/2001, tentang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor),” Pungkasnya.(Hry)