Tolak Pembangunan Fly Over, Badko HMI : Pemprov Jangan Keras Kepala

Daerah Pendidikan

 

JAMBI – Terkait keinginan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi, yang bersikukuh tetap ingin melanjutkan rencana pembangun Fly Over di kawasan Sipin Kota Jambi, mendapatkan penolakan keras dari berbagai unsur masyarakat, termasuk mahasiswa Jambi.

Seperti yang diketahui, sebelumnya perencanaan Pemprov tersebut ditolak mentah-mentah oleh beberapa fraksi DPRD Provinsi Jambi. Mengingat bagi para dewan tersebut, hal itu tidak terlalu penting untuk dibangun di Kota Jambi ini, apalagi memakan anggaran yang relatif cukup tinggi.

Menurut mereka, masih banyak yang perlu dibangun di Provinsi Jambi ini, selain dari Fly Over itu.

Penolakan yang sama juga hadir dari salah satu tokoh pemuda Jambi, Djokas Siburian yang menilai pembangunan tersebut seperti bukan prioritas.

“Daripada Pemprov dan DPRD berpolemik terus masalah Fly Over Simpang Mayang, lebih baik pak Gubernur dan DPRD Provinsi main-main ke Kumpeh dan sekitarnya. Jalan akses dari dan ke Pelabuhan Talang Duku kondisinya sudah sangat urgent di perbesar,” kata Djokas, Rabu (30/10/2019) siang.

Tidak hanya itu, polemik rencana pembangunan Fly Over dari Pemprov Jambi itu pun kini semakin menyeruak dan tengah menjadi perbincangan hangat dikalangan masyarakat.

Kini penolakan yang sama pun juga dilontarkan oleh Ketua BADKO HMI cabang Jambi, Iin Habibi. Dirinya menilai bahwa Fly Over tersebut bukanlah perioritas pembangunan daerah, apalagi anggaran yang dikeluarkan nilainya begitu besar.

“Pembangunan Fly over di simpang Mayang tidak menjadi prioritas pembangunan daerah, mengingat nilai anggaran 198,5 milyar yang di peruntukan. Jangan keras kepala dan kekanak-kanakan, lebih baik digunakan untuk Pembangunan dan Perbaikan jalan-jalan, Jembatan serta infrastruktur lainnya yang masih banyak rusak dan harus di bangun.” Tegas Ketua BADKO HMI Jambi itu, Kamis (31/10/2019) dini hari.

Arus lalu lintas yang kerap kali terjadi kemacetan di kawasan tersebut, yang dijadikan dasar pikiran Pemerintah untuk membangunnya, dinilai sangat tidak logis oleh Iin.

Baginya, macet yang terjadi itu hanya pada waktu yang tertentu, bukanlah sepanjang hari. Bahkan di setiap simpang lampu di Jambi pun juga kerap terjadi kemacetan.

“Saya pikir tidak terlalu urgent, sehingga harus di bangun dengan nilai anggaran yang fantastik,” jelasnya.

Oleh karena itu, Mahasiswa Asal Muaro Jambi ini meminta kepada Pemerintah Daerah (Pemda) agar lebih Kooperatif dalam merencanakan pembangunan, jangan hanya tersentralisasi di kota saja. Mengingat APBD yang minim, di tambah lagi devisit anggaran yang dialami Pemerintahan Provinsi Jambi saat semakin menurun.

“Jelas selaku pemuda Jambi, saya menolak dan meminta pemerintahan mengurungkan niatnya untuk memaksakan pembangunan Fly Over tersebut, dan mengalihkan anggaran untuk Pembangunan yang menjadi prioritas kebutuhan masyarakat provinsi Jambi,” pungkasnya. (*/Red)