Sebelum Usungkan Balonkada di Pilgub, Pengamat Sarankan 6 Poin Ini ke Parpol

Daerah Politik

JAMBI – Baru-baru ini Bakal calon Kepala Daerah (Bacakada) Provinsi Jambi, yang tengah melakukan pendaftaran di masing-masing Partai Politik (Parpol) untuk ikut bertarung di Pilgub Jambi mendatang, tampak sudah mulai menyampaikan visi misinya di depan parpol tersebut.

Dari beberapa partai tersebut, hampir keseluruhan Bacakada yang mendaftar, satu persatu sudah menyampaikan Visi Misinya disaat hari terakhir penutupan pendaftaran, di masing-masing parpol. Tak ayal, hal itu pun dipandang serius oleh tokoh masyarakat dan para Pengamat di Provinsi Jambi.

Mereka memandang, selaku partai yang ingin mendukung para bakal calon di Pilgub Jambi mendatang, hendaknya benar-benar serius dan fokus terhadap inovasi yang ingin membangun Provinsi Jambi lebih untuk baik kedepannya.

Seperti yang disampaikan Mochammad Farisi, LL.M, Ketua KOPIPEDE Provinsi Jambi dan Akademisi Universitas Jambi (Unja) pada Dinamikajambi.com, Rabu (30/10/2019).

Dirinya menganggap bahwa proses penyampaian visi misi para Bacakada, dalam penjaringan Partai NasDem dan lainnya, yang belum tau bagamana mekanisme seleksinya.

Oleh karena itu, ada beberapa poin yang menurutnya harus dilakukan partai politik, dalam melaksanakan proses seleksi bagi bakal calon yang akan diusungnya, pada Pilgub 2020 mendatang.

Adapun poin-poin tersebut antara lain sebagai berikut ;

1. Partai harus sangat serius dalam proses penjaringan.

2. Serius dibuktikan dengan membuat sistem, dan indikator yang jelas. Serta transparan dalam menentukan Balonkada (Bakal calon Kepala Daerah) yang akan diusung.

3. Visi misi harus menjadi tolok ukur utama dalam menentukan dukungan. Balonkada juga serius mengikuti seleksi dengann memaparkan visi misi terbaik.  Penyampaian visi misi bukan formalitas, tapi benar-benar, bila perlu undang panelis untuk menseleksi.

4. Fokus seleksi juga komitmen terhadap anti korupsi. Maka parpol dan calon harus membuat menandatangani Fakta Integritas, “Tidak ada mahar diantara kita”. Kalo proses seleksi bersih insyallah calon yg didukung juga bersih.

5. Penyampaian dan penilaian visi misi harus fokus pada Inovasi Daerah.  Balonkada harus benar-benar mempunyai ide inovasi, dan memaparkan bagaimana cara pencapaiannya secara terukur.  Jangan hanya terperangkap rutinitas “zona nyaman” copy paste program-program lama. Itu basi dan terbukti usang, tidak mampu mensejahyerakan rakyat. Indikator penilaian juga menilai bagaimana balonkada berinovasi dalam mengelola dan mengoptimalkan APBD. Tanpa inovasi APBD hanya habis untuk belanja rutin khusus pegawai, sedangkan belanja pembangunan sangat minim.

6. Indikator inovasi ada dalam UU 23/2014 dan PP no. 38/2017, yaitu bagaimana inovasi dalam peningkatan pelayanan publik, khusus yang dasar pendidikan kesehatan dan infrastuktur, menegakkan tata kelola pamer bersih dan anti korupsi. Serta peningkatan daya saing daerah.

“Sekali lagi, partai harus bener-benar serius menseleksi, karena hanya Kepala Daerah yang punya inovasilah yang akan mampu mensejahterakan rakyat,” jelasnya.

Pria yang juga merupakan pengamat politik Jambi itu menyebut, bahwa kemajuan bangsa dan daerah, itu bukan ditangan pemuda. Akan tetapi para politisi. (Nrs)