Diduga, Ketua KKM Monopoli Dan Memanipulasi Data

Daerah

 

TANJABBAR – Penyedia Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas III) Tirta mas desa teluk kulbi, Kecamatan Betara Kabupaten Tanjung Jabung Barat, yang merupakan program pusat. Ternyata ada Unsur monopoli dan memanipulasi data.

Terkuak adanya Indikasi rekayasa dan memanipulasi data, pada perencanaan pembangunan pamsimas tahun 2017 ini yang dilakukan ketua sekaligus koordinator( Yuswaji-red), terhadap puluhan Kelompok Keswadayaan Masyarakat (KKM). Karena telah melakukan memalsukan tanda tangan walaupun tidak dilibatkan dalam pembentukan dan penetapan KKM.

Menariknya, Oknum koordinator KKM yakni yuswaji dalam hal ini tidak berperan sendiri, namun diduga ada peran istri selaku satlak Anggota unit pengelolaan keuangan atau bendahara
untuk melakukan secara bersama.

Data yang berhasil dihimpun media ini, sebanyak 10 laki-laki dan 19 perempuan telah dipalsukan tanda tangannya, hal ini disinyalir untuk memuluskan agar kegiatan pada pembangunan pamsimas dana ratusan juta rupiah melalui Dana Asian Development Bank dunia bisa berjalan sesuai persetujuan KKM.

Bukan itu saja anggota sekaligus pengurus inti yang terdiri dari empat orang, yakni Sudirman
Tamyez, Mat Nuh dan Taufiq juga Tidak dilibatkan saat kegiatan berjalan, namun nama nya tetap tercantum.

” Nama kita tercantum sebagai anggota pengurus, sedangkan kita tidak dilibatkan didalamnya.” Ungkap Sudirman.

Hal senada juga diungkapkan Taufik, ia menyebut, memang pada awal akan dibentuk nya KKM. Dirinya pernah ditawarkan oleh Yuswaji untuk dilibatkan dalam pembentukan dan penetapan KKM program Pamsimas III, namun ia belum memberikan kepastian untuk ikut didalam kepengurusan tersebut.

” Yang jelas saya tidak ikut didalam rapat kepengurusannya, maupun ikut menandatanganin apalagi ikut didalam kegiatan nya” Ujar Taufik.

Sementara itu, Asnawi selaku Sekretaris Desa(Sekdes) desa teluk kulbi saat ditemui diruang kerjanya, saat dikonfirmasi terkait kebenaran atas pembentukan dan pengurus KKM ini, dirinya mengakui tidak tahu- menahu.

Dirinya menyebut, sepengetahuan dirinya kalau dalam kegiatan KKM yang dilaksanakan dikantor desa memang tidak pernah di libatkan.

” Yang jelas saya tidak tahu-menahu, baik itu tanda tangan musyawarah yang dilakukan, saya tidak pernah dilibatkan.” Kilahnya.(Hry)