Kuota Penerima PKH Tanjabbar Bertambah

Pemerintahan Tanjab Barat

TANJABBAR – Pada Oktober 2019 ini terdapat penambahan keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) tahun 2019 di Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Total ada tambahan sebanyak 5. 446 keluarga yang merupakan tambahan kuota alokasi dari Kementerian Sosial RI.

Kepala dinas sosial Tanjabbar, Drs Sarifuddin MM mengatakan bahwa, jumlah keluarga penerima manfaat program ini sampai dengan triwulan 3 tahun 2019 sebanyak 9.530 kepala keluarga yang tersebar di 13 Kecamatan di Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

“ Sistem penyaluran langsung masuk ke rekening keluarga penerima manfaat selama setahun mencapai Rp. 33.338.600.000 (Tiga puluh tiga milyar tiga ratus tiga puluh delapan juta enam ratus ribu rupiah),” jelasnya.

Adanya penambahan kuota tersebut menurut Sarifudin, bukan berarti Angka kemiskinan di Tanjabbar meningkat. Penambahan ini karena bagian dari perluasan pelayanan bagi masyarakat yang belum memperoleh bantuan tersebut secara bersarat sampai dengan September 2019.

“ Jadi bukan berarti angka kemiskinan meningkat,” ujarnya.

Sementara itu Wakil Bupati H. Amir menyampaikan program keluarga harapan dilaksanakan dalam rangka percepatan penanggulangan kemiskinan. Sekaligus pengembangan kebijakan di bidang perlindungan sosial menuju masyarakat sejahtera dengan metode bantuan sosial bersyarat bagi calon penerima bantuan tersebut.

“ Program keluarga harapan merupakan salah satu strategi penanggulangan kemiskinan yang ditujukan kepada keluarga kurang mampu dengan persyaratan yang dikaitkan dengan pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan,” jelasnya.

Wabup juga mengapresiasi atas pelaksanaan program keluarga harapan di Kabupaten Tanjung Jabung Barat yang telah memberi kesempatan lapangan pekerjaan bagi putra daerah sebagai pendamping program keluarga harapan dengan alokasi terdapat 54 orang pendamping program keluarga harapan yang bekerja untuk keberhasilan program ini.

” Tentu dibutuhkan sikap-sikap keseriusan kesabaran keuletan ketelitian dan keikhlasan para SDM pendamping sosial dalam menghadapi segala permasalahan keluarga penerima manfaat KPM di lapangan,” tukasnya.

(hry)