Kepala SD 146 Mentawak Tilap Dana PIP? Kepsek Malah Akui…

Daerah Hukrim Merangin

MERANGIN-Kepala Sekolah Dasar (SD) Negeri Nomor 146/VI Mentawak, Nalo Tantan, Susmarni (45) diduga menilap dana bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) yang dikucurkan salah satu partai politik untuk membantu murid-murid kurang mampu.

Menurut salah satu wali murid yang enggan namanya disebutkan mengatakan, sejak Susmarni dilantik menjadi kepala sekolah (Kepsek), tidak ada keterbukaan tentang pengelolaan keuangan, terlebih dana PIP.

Dikatakannya, sebanyak 112 siswa SD yang dinyatakan mendapatkan dana PIP berkisar Rp 450 ribu per orang. Namun sayangnya hanya sebagian yang diberikan. Itupun bagi wali murid yang berani protes menanyakan soal dana PIP.

“Ya, dana udah cair tapi tidak dibagikan. Dibagikan juga itu dipilih murid yang diberikan. Bagi orang tuanya yang berani menantang dia dikasih, mana yang gak berani ya gak dikasih. Jika diakumulasikan bisa mencapai puluhan juta yang diambil,” ungkapnya.

Ditemui terpisah, Susmarni mengakui bahwa dana PIP tidak diberikan secara keseluruhan. Ia mengatakan sebagian uang siswa yang dipegangnya untuk biaya pengadaan alat-alat drum band dan pembelian bahan bangunan ruang kelas baru meskipun anggarannya sudah dikucurkan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2019.

Selain itu kata Susmarni, pengalihan dana PIP tersebut juga tanpa sepengatahuan dan kesepakatan wali murid. “Memang benar dana itu saya pakai, tapi bukan untuk kepentingan pribadi,” katanya. (rdc)