BMD Rusak Berat Ditemukan Cukup Besar, OPD Diminta Segera Inventarisir

Pemerintahan Tanjab Barat

TANJABBAR – Barang Milik Daerah (BMD) Dalam kondisi rusak berat, ternyata masih cukup besar tersebar di seluruh Organisasi Perangkat Daerah dilingkupan pemkab Tanjabbar.

Buktinya, berdasarkan Daftar Barang Milik Daerah (DBMD) Kabupaten Tanjung Jabung Barat, nilai BMD rusak berat bisa dilihat dari tahun perolehannya masih terdapat BMD yang diperoleh pada tahun 1960 dan 1970.

Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat Drs. H. Amir Sakib, terkait hal ini meninstruksikan kepada tiap-tiap OPD untuk segera melakukan inventarisir, serta memetakan barang milik daerah (BMD) yang sudah tidak dapat digunakan lagi. Dan melaporkannya ke pengelola barang melalui Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD). Jangan sampai menjadi permasalahan dalam Proses audit oleh BPK-RI

“Saya sangat berharap segera membentuk Tim untuk melakukan inventarisir, pemetaan, dan pengelompokan barang-barang yang sudah tidak dipergunakan lagi di OPD masing-masing.” Tegas Wabup saat membuka kegiatan sosialisasi tentang penyelesaian BMD Rusak Berat.

Kata Wabup, berdasarkan laporan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BMD) rusak berat di Tanjabbar, selalu menjadi temuan setiap tahunnya. Disebabkan fisik barang yang tidak diketahui keberadaannya.

“Hal ini bisa disebabkan salah satunya, Pemerintah tidak melakukan penghapusan barang milik daerah yang tidak dimanfaatkan lagi karena rusak.” Ungkapnya.

Disebutkan Amir Salib, hal ini bisa saja disebabkan menganggarkan pengadaan barang yang seharusnya barang habis pakai, akan tetapi dianggarkan sebagai belanja modal. Sehingga harus dicatat sebagai penambahan aset BMD.

“Saya berharap kepala OPD selaku pengguna barang dan pengurus barang, serta pihak terkait dapat bersinergi dalam melakukan penertiban BMD yang rusak berat. Dan BKAD agar dapat mensosialisasikan secara teknis,” Pintanya.

(hry)