Kejar Produksi, Pertamina EP Jambi Field Bikin 3 Inovasi

Bisnis

JAMBI – Mencapai masa kejayaan produksi pada 1948 hingga 1960, Pertamina EP Asset 1 Field Jambi tampaknya ingin mengulanginya. Kerja keras hingga menciptakan terobosan untuk meningkatkan produksi dan efesiensi, terus digenjot. Hasilnya, produksi meningkat.

Dengan wilayah kerja 5.751 kilometer persegi, Pertamina EP Asset 1 Field Jambi mengelola 843 titik sumur. Sebanyak itu, hanya 189 sumur diantaranya berstatus aktif. Sedangkan 366 titik lainnya masih berstatus suspend–ditutup sementara tapi masih bisa diproduksikan kembali–

“Kita bekerja siang malam menyervis dan meremajakan sumur-sumur suspend,” kata Gondo Irawan, Field Manager Pertamina EP baru-baru ini dalam Media Visit Pertamina.

Sumur dengan status suspend ini, terus digenjot  dengan target peremajaan di 60 titik pada tahun ini. Sudah 30 titik, sumur diremajakan.

Proses peremajaan ini bukanlah mudah, dan tak selalu berjalan mulus. Berbagai hambatan tentu saja datang menghadang. Seperti kegagalan akibat permukaan bawah tanah. Kendati demikian, dari 30 titik yang diservis, membuahkan hasil

“Alhamdulillah 30 persen sudah berhasil,” kata Gondo.

Kini, sudah 70 sumur injeksi dibangun. Dimulai sejak tahun 1993. Dan masih terus berlangsung hingga sekarang. Produksi minyak yang dulunya cuma 2000 barel perhari, menurut Gondo, kini merangkak naik dan akan terus digenjot hingga menembus angka 5000 barel minyak per hari.

Terobosan Pertamina

Tak hanya peremajaan sumur, Pertamina Asset 1 Field Jambi juga mengoptimalkan pekerjaan atau produksi minyak lewat inovasi. Hal ini juga sejalan dengan Continuous  Improvement Program (CIP) merupakan program dari Pertamina yang bertujuan untuk menyelesaikan masalah pekerjaan dan meningkatkan efisiensi dilingkungan kerja, menghasilkan inovasi baru adalah suatu tuntutan dalam operasional perusahaan.

Pertama, bagian Workover Well Service (WOWS) PC Prove Drifting berhasil menemukan terobosan baru, yakni “Drip Pan”. Inovasi ini mengurangi cairan limbah yang keluar dari dalam sumur bisa terlokalisir, dan tidak menyebar kemana-mana. Drip Pan merupakan besi lempeng berbentuk petak dengan ukuran sekitar 1×1 meter diatas ujung pipa bor. Terobosan untuk efesiensi produksi.

“Kita kalau di salah satu WOWS ini kan selalu berhadapan dengan yang namanya limbah cair yang ada dari sumur. Pada saat kita cabut rangkaian itu biasanya akan ada cairan yang keluar. Tanpa kita tampung, nanti cairan kemana-mana. Jadi dibikinlah inovasi yang namanya “Drip Pan” dengan tujuan untuk cairan yang keluar dari sumur itu bisa terlokalisir,” ungkap Gondo Irawan.

Terobosan Dri Pan yang ditemukan ini telah diuji di 5 sumur dengan hasil yang dinilai efektif. Menariknya, temuan ini akan dikembangkan.

“Ini akan berkembang dan akan jauh lebih baik lagi,” beber Gondo.

Selain Drip Pan, group “PC-Prove” ini juga berhasil menemukan inovasi lainnya, yakni RT Prove Scaler In The Sky.

2 Terobosan Pertamina EP Asset 1 Field Jambi yang membuat efesiensi produksi.
2 Terobosan Pertamina EP Asset 1 Field Jambi yang membuat efesiensi produksi.

Menurut Engineering dan Planning Assitant Manager, Alip Triwanto, adapun tujuan dari Inovasi “RT Prove Scaler In The Sky” ialah untuk meningkatkan lifetime sumur dengan aplikasi Scale BUM untuk mengatasi problem scale di Field Jambi.

Inovasi ini  terbuat dengan memanfaatkan tembaga dari bahan bekas yang menggunakan prinsip energi ikatan deret.

“Tembaga yang sudah menggunakan prinsip ikatan deret ini di masukan kedalam pipa penyalur, tujuannya dalah agar terjadi interaksi antara tembaga dan besi. Di dalam itu kalau kita lihat secara elektron dia akan terjadi gelombang. Gelombang itulah yang menyebabkan scale atau kerak tidak bisa menyendat dalam pipa,” kata Alip.

“Sebelum ada inovasi ini, sumur BJG-122 perlu dilakukan perawatan sebanyak 3 kali dalam setahun. Tapi, sejak bulan Maret 2019 hingga saat ini sumur ini belum pernah dilakukan perawatan sama sekali,” ujarnya.

Sementara temuan lainnya ialah “PC Prove GAUL”, yang bertujuan untuk mengatasi masalah pump stuck akibat kepasiran pada sumur SRP di Field Jambi.

Sebuah terobosan yang di rancang tim Pertamina Field Jambi sebagai penangkal pasir. Terobosan ini dirancang khusus demi meningkatkan jumlah produksi. Rancangan ini adalah Ulir Spiral yang  diciptakan untuk membentuk efek siklon. Menurutnya, GA Ulir menciptakan aliran berbentuk spiral.

“Pompa-pompa sumur minyak seringkali mati akibat masalah kepasiran. Nah, untuk mengatasinya, salah satu Tim PC-Prove Gaul berhasil melakukan inovasi alat penangkal pasir itu,” ujarnya. (Erw)