4 Sekolah di Provinsi Jambi Diduga Lakukan Pungli, Salah Satunya di Merangin

Daerah Pendidikan

JAMBI – Kepala Perwakilan Ombudsman Republik Indonesia (RI) Provinsi Jambi terima empat laporan pungutan liar (Pungli) yang terjadi di sekolah yang ada di Provinsi Jambi.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Perwakilan Ombudsma Provinsi Jambi, Jafar Ahmad usai melakukan pertemuan dengan Asisten I Setda Provinsi Jambi, dan Plt. Direktur Utama (Dirut) Dokter Iwan, Rabu (02/10/2019) sekitar pukul 12.00 wib.

Adapun laporan pungutan liar tersebut terjadi di beberapa sekolah yang ada di Kabupaten/Kota dalam Provinsi Jambi, yakni Kota Jambi, Muaro Jambi, Merangin dan Tebo.

Jafar mengatakan bahwa Ombudsman saat ini fokus menangani pungutan liar, seperti di dunia pendidikan, kesehatan dan lainnya.

“Yang serius kita tangani itu, masalah pungutan liar, karena ini terjadi cukup banyak walaupun laporan yang resmi ke kita hanya ada empat laporan,” kata Jafar.

Selain itu, ia juga meyakini bahwa tidak hanya beberapa daerah tersebut yang melakukan pungli, tetapi masih banyak lagi yang terjadi di Provinsi Jambi. Karena menurutnya hal itu sudah menjadi tradisi.

“Empat itu diatas permukaan saja, tapi dibawahnya itu lebih besar dari itu, bisa jadi 400 sekolah, bisa juga 40 sekolah,, kita akan konsen untuk menyelesaikan itu,” imbuhnya.

Dirinya menegaskan, apabila pungli tersebut terbukti, Jafar berharap agar pihak sekolah mengembalikan uang yang telah dipungut dari siswanya.

“Apabila terbukti itu ada pungutan liar, kami harap dikembalikan uangnnya,” katanya.

Oleh karena itu, bagi masyarakat yang ingin melaporkan jika ada dugaan pungli terjadi di sekolah, dapat menghubungi nomor ini 082137373737, dan dipastikan indentitas pelapor dijaga.

“Kalau kebobolan, saya dan kami dari ombudsman yang bertanggung jawab,” pungkasnya. (Nrs)