Diskusi Bersama AMPJ, Elviana : Daerah Butuh Pemimpin Yang Berkualitas

Daerah Pendidikan

SUMBAR – Aliansi Mahasiswa Provinsi Jambi (AMPJ) Universitas Negeri Padang (UNP) menggelar pertemuan dengan dewan pelindung organisasi yang tak lain adalah anggota DPD RI Hj. Elviana, di kantornya Dhamasraya, Sabtu (20/0/2019).

Dalam pertemuan tersebut, AMPJ UNP berdiskusi langsung dengan anggota DPD RI itu, terkait tantangan global yang sangat penting untuk dipahami oleh generasi muda daerah di Indonesia.

Dikatakan Elviana, bahwa dirinya sangat mengapresiasi sikap dari AMPJ, sudah berani memulai dan berperan aktif dalam organisasi daerah.

Selanjutnya, anggota DPD RI itu memberikan pandangan terhadap peran aktif pemuda, dalam menentukan kemajuan suatu daerah, terutama kepada mahasiswa yang berasal dari Provinsi Jambi yang menempuh pendidikan di luar daerah.

Oleh karena itu, dirinya menghimbau kepada seluruh generasi AMPJ agar menjadi generasi muda yang tidak mudah puas akan suatu keberhasilan. Karena baginya, setiap yag membedakan manusia luar biasa dan biasa, itu adalah bagaimana sudut pandang dari pribadinya mading-masing.

“Kita tidak boleh menjadi pemuda dan mahasiswa, yang biasa biasa aja.” kata Elviana.

Menggapi hal tersebut, suasana diskusipun semakin hangat, ketika salah satu dati anggota AMPJ memberikan tanggapan, bahwa sebenarnya generasi muda saat ini tidak kekurangan kesempatan, hanya saja lupa bahwa masih banyak protes dari pada proses.

“Sehingga tidak terlihat kualitas SDM diakibatkan lebih banyak yang tidak berperan.” imbuh mahasiswa itu.

Dipenghujung diskudi, AMPJ pun mengutarakan kepada Elviana, untuk bisa menjadi pemateri dalam kegiatan seminar atau Talkshow kepemimpinan, yang akan gelar di Universitas Negeri Padang pada Oktober 2019 mendatang.

Hal itu pun ditanggapi dengan baok oleh anggota DPR RI itu. Karena baginya ia pun senang, jika menjadi pemateri untuk para mahasiswa dan generasi muda.

Bilangnya, memang daerah membutuhkan pemimpin yang berkualitas, berintegritas dan siap bekerja melalui manajemen yang benar di mulai dari kehidupan kampus.

“Pemuda tidak boleh lagi hidup sebagai anak kecil dalam masyarakat, tapi harus menjadi lapisan yang berperan aktif untuk menjadikan daerah lebih cepat maju dan tidak terhimpit dalam persaingan global. Serta juga informasi teknologi yang mengganggu kenyamanan masyarakat, hal ini harus di lakukan oleh para pemuda-pemudi untuk daerah.” tandasnya. (Red)