Tak Hadir Rapat Karhutla, Kadis PU Dipertanyakan Dewan

Daerah Parlemen

JAMBI – Terkait kabut asap dan Kebarakan hutan dan lahan (Karhutla) yang saat ini melanda Provinsi Jambi, menimbulkan kekawatiran dari seluruh jajaran Pemerintah, TNI Polri, dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jambi.

Untuk memperoleh solusi dari kabut asap dan karlutla tersebut, anggota dewan Provinsi Jambi menggelar rapat hearing bersama pihak instansi terkait. Bertempat di gedung DPRD Provinsi Jambi, Rabu (18/09/2019) sekitar pukul 09.30 wib.

Dilapangan, yang mengejutkan dalam rapat tersebut, yakni dari 14 instansi yang diundang hanya Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Jambi yang tidak hadir.

Tak hayal, dihadapan seluruh undangan dan peserta rapat yang hadir, Edi Purwanto selaku ketua DPRD Provinsi Jambi pun mempertanyakan kemana gerangan Kadis PUPR Provinsi Jambi itu. Dimana, hearing tersebut sangatlah penting, sebagai langkah kongkrit untuk memeperoleh solusi dari kabut asap dan Karhutla yang tengah melanda Jambi, hingga saat ini.

Sangat disayangkan, jika Kepala Dinas PUPR Provibsi Jambi tak hadir dalam rapat tersebut.

Meskipun demikian, saat ditanyakan kepada humas DPRD Provinsi Jambi, alasan ketidakhadiran Kadis PUPR, M. Fauzi tersebut dikarenakan ada kegiatan bersama gubernur.

Adapun instansi yang diundang dalam rapat hearing tersebut, adalah sebagai berikut ;

  1. Kepala Balai Pengamanan dan Penegak Hukum LHK Wilayah Sumatera.
  2. Kepala Balai Wilayah Sungai Sumetera VI Jambi
  3. Kadis Kehutanan Provinsi Jambi
  4. Kadis Perkebunan Provinsi Jambi
  5. Kaban Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Jambi
  6. Kadis Kesehatan Provinsi Jambi
  7. Kadis Tanaman Pangan, Holtikultural dan Peternakan Provinsi Jambi
  8. Kadis Lingkungan Hidup Provinsi Jambi
  9. Kadis PUPR Provinsi Jambi
  10. Kepala BMKG Jambi
  11. Pimpinan Badan Restorasi Gambut (BRG) Jambi
  12. Pimpinan Taman Nasional Berbak dan Sembilang Jambi
  13. Pimpinan PT. Limbah Kayu Utama Jambi
  14. Pimpinan PT. WKS Jambi

Untuk diketahui, kekawatiran tersebut juga didukung oleh kualitas udara 6 hari terakhir ini di Jambi, itu sudah masuk kategori tidak sehat. Hal itu pun berdasarkan data ISPU pada bulan September 2019, yang berhasil diperoleh oleh DPRD Provinsi Jambi.

(Nrs)