Dari Polisi, Betaria Lapor Kasus Pemukulan di SMA 7 Sarolangun ke DP3A

0
3412
Wajah lebam dan mata memerah didapatkan Betaria di SMA Negeri 7 Sarolangun, Rabu (04/09/2019). Hari ini, Rabu (11/09/2019) Beta melapor ke DP3A Sarolangun.
Wajah lebam dan mata memerah didapatkan Betaria di SMA Negeri 7 Sarolangun, Rabu (04/09/2019). Hari ini, Rabu (11/09/2019) Beta melapor ke DP3A Sarolangun.

SAROLANGUN – Dunia pendidikan di Kabupaten Sarolangun dihebohkan dengan aksi kekerasan. Sudah beberapa hari, upaya penyelesaian pemukulan masih terus berlanjut. Hingga akhirnya, korban melaporkan ke Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), Rabu (11/09/2019) siang.

Sebelumnya untuk diketahui, Betaria Soneta binti Jhon Karim, siswi kelas X4 mengelami lebam dan memerah di mata. Ini terjadi, setelah pemukulan teman sekolahnya di SMA Negeri 7 Sarolangun pada Rabu (4/09/2019) atau sepekan yang lalu.

Ahmad Sodikin, paman korban mengaku berang dengan kejadian ini. Selain dampak fisik dari pemukulan itu, Ia berang dengan tidak adanya upaya perdamaian dari orang tua diduga pemukul, Rafli bin Arif Budiman.

“Kalau damai di sekolah, lain lagi. Itu pun kalau dia pulang dengan tidak ada luka. Ini dia pulang dengan mata bengkak, memerah. Pulang dengan luka, ya kami ikut terluka,” kata Sodikin, Selasa (10/09/2019) malam.

Berita Lainnya : Razia Para Pelajar Sarolangun, Satpol PP Dapat Parang

Ia menyayangkan sikap tidak kooperatifnya keluarga Rafli. Selain tidak adanya upaya penyelesaian kekeluargaan seperti datang ke rumah korban, orang tua Rafli dikatakan Sodikin seolah tak ada niat.

Berita Terkait : Samila, Putri Sarolangun Yang Raih Juara Nasional Dari SMA Muhammadiyah

“Kalau memang datang, yo kito terima. Pakai adat tepung tawar, yang panas jadi adem. Ini ngak, saya datang kerumahnya, pintu tidak dibuka-buka. Saya dapat nomor telponnya, saya telpon. Orang tuanya bilang, kan sudah selesai di sekolah. Saya bilang, pertanggung jawaban bapak bagaimana? Bapak tidak mau tanggung jawab? Itu keponakan saya pak. Dia jawab, terserah kau lah. Nak ambil cara kau, cara kau la,” kata Sodikin mengungkapkan upaya tersebut.

Selain mendatangi DP3A, sebelumnya keluarga korban sudah membawa pemukulan ini ke kantor polisi. Sodikin berharap, kasus ini dapat diselesaikan dengan baik. Permasalahan ini, menjadi gambaran buruk sekolah sebagai tempat menempa generasi penerus. (Erw)