Hampir Triliunan Rupiah APBD Tanjabbar Belum Terserap

0
98

KUALA TUNGKAL – Memasuki Triwulan ke III, realisasi serapan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) murni tahun 2019 Kabupaten Tanjabbar, hampir 1 triliun rupiah APBD Tanjabar 2019 belum terserap.

Buktinya, sampai saat ini baru terserap 39,05 persen atau Rp 612.027.264.559,99 dari nilai total APBD 2019 sebesar Rp 1.568.057.751.443,00.

Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Tanjabbar, melalui Kepala Bidang Akuntansi dan pelaporan keuangan daerah Devriadi Dwipanaya Se. Menyebut, dari total APBD Tanjabbar 2019 sebesar Rp 1.568.057.751.443,00, yang terserap baru 39.05 persen, dengan rincian belanja operasi sebesar Rp 1.035.988.614.586,00 sudah terserap 50.43 persen atau Rp 522 miliar lebih.

Sementara untuk belanja modal, kata Devriadi, baru sebesar Rp 531.083.147.857,00 yang sudah terserap Rp 89.594.476.063,49 atau 16.87 persen. Serta belanja tidak terduga sebesar Rp 357 Miliar lebih belum terserap atau masih utuh 100 persen.

“Disini untuk serapan belanja operasi masih normal, yang masih minim adalah serapan belanja modal yang didalamnya termasuk kegiatan fisik. Sementara untuk belanja tak terduga ini seperti untuk bantuan bencana dan kegiatan mendadak lainnya, namun kita harap jangan sampai ada bencanalah, jika tidak terpakai hingga akhir tahun anggaran maka masuk silpa,” Ujarnya.

Diakuinya, untuk serapan kegiatan fisik memang masih rendah, namun pihaknya tetap optimis hingga batas akhir tahun serapan anggaran bisa mencapai 90 persen lebih.

“Seandainya tidak tercapai hingga waktu yang telah ditetapkan, tentu anggaran yang belum terserap akan menjadi silpa,” sebutnya.

Masih rendahnya serapan belanja modal, diakuinya terkendala dikegiatan fisik yang membutuhkan peroses lelang sehingga memakan waktu.

“Kalau untuk tekhnisnya tentu OPD masing-masing yang lebih paham.” Ungkapnya. (hry)