Berdebat Soal Pelajaran, 2 Pelajar Ribut, 1 Masuk Puskesmas

0
76
Dendam karena debat pelajaran, MT (18) nekat aniaya teman sekolahnya, Sabtu (07/09/2019) malam. Akibatnya, AS (17) mengalami sejumlah luka, dan Ia ditangkap polisi.
Dendam karena debat pelajaran, MT (18) nekat aniaya teman sekolahnya, Sabtu (07/09/2019) malam. Akibatnya, AS (17) mengalami sejumlah luka, dan Ia ditangkap polisi.

SUMBAWA – Seorang remaja warga Dusun Kerato Desa Tepas Kecamatan Brang Rea Sumbawa barat di laporkan keluarganya lantaran menganiaya dengan senjata tajam pada rekannya, Sabtu (07/09/2019). Kejadian saat tengah menonton pertandingan bola volli di Lapangan Dedare Pitu Desa Tepas sekitar pukul 22.30 Wita, membuat 1 pelajar tumbang.

Kapolres Sumbawa Barat AKBP Mustofa melalui Kapolsek Brang Rea Iptu Bambang IS, Minggu (08/09/2019) membenarkan kejadian tersebut dan membeberkan kronologis perkelahian yang melibatkan dua remaja yang masih duduk di bangku salah satu Sekolah Menengah Atas (SMA) di Sumbawa Barat. Selain itu, Kapolsek menuturkan telah mengamankan terduga pelaku penikaman tersebut.

“Korban AS (17) di aniaya MT (18) rekan sebangku sekolahnya sekitar pukul 22.30 wita, pada saat korban dalam posisi duduk di jalan masuk lapangan Dedare Pitu Desa Tepas. Saat sedang menonton pertandingan Volly tiba-tiba terduga pelaku menendang korban dari arah belakang dan memukul lalu menikam korban dengan menggunakan sebilah Pisau hingga korban terjatuh,” tutur Iptu Bambang IS.

Lanjut Kapolsek yang baru menjabat sehari itu menuturkan “Pelaku sempat melarikan diri namun telah di temukan dan di amankan di Mapolsek Brang rea.”cetusnya.

Menurut pengakuan korban AS kepada polisi terduga pelaku MT melakukan penikaman karena masih dendam dengan korban lantaran berdebat disekolah pada saat jam pelajaran berlangsung.

“Akibat kejadian penikaman itu korban AS mengalami luka sobek di lengan tangan kanan sebelah dalam bekas sabetan Pisau , korban sudah mendapatkan perawatan di puskesmas Brang Rea,” imbuhnya

Menurut Iptu Bambang IS, Terduga pelaku MT akanĀ  dijerat dengan Pasal 351 ayat (1) yaitu melakukan tindak penganiayaan sehingga mengakibatkan korban menderita luka, dengan ancaman hukum maksimal 2 tahun 8 bulan penjara.

Sumber Berita : Kumparan